Atlet Gateball sedang bertanding. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah atlet Bali belum tentu bisa berlaga di ajang Pra PON, karena keterbatasan dana KONI yang hanya Rp 4,5 miliar dan pembatasan kuota atlet sebanyak 9 ribu atlet di PON XX di Papua pada 2020. Sebelumnya jumlah atlet yang berlaga di PON XIX/2016 Jabar mencapai 16.000 orang, namun di Papua hanya diperbolehkan sebanyak 7.000 orang.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Selasa (22/1), menerangkan, pihaknya bakal bertatap muka langsung dengan Pengprov Cabor guna membahas pemberangkatan atlet ke Pra PON maupun PON. “Kami akan membicarakan pada Rapat Anggota KONI Bali di Denpasar pertengahan Februari mendatang,” jelasnya.

Ia pun terpaksa mengambil keputusan tidak memberangkatkan atlet ke Pra PON, jika memang cabor bersangkutan tidak berpeluang mendulang medali. “Logikanya memang seperti itu, sebab dana cekak,” tuturnya.

Baca juga:  Pengurus KONI Tabanan Masa Bakti 2018 – 2022 Dilantik

Apalagi kata dia, event Pra PON harus dituntaskan 10 bulan, sebelum hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia digulirkan. “Jadi, seluruh cabor harus menyelesaikan Pra PON paling lambat November nanti,” tegasnya.

Selain itu, pembatasan kuota 7.000 atlet dibagi 34 provinsi, hingga jatah Bali hanya sekitar 150 alet. Padahal pada PON Jabar, Bali meloloskan 361 atlet dari 31 cabor, dan PON Papua bisa dipastikan bertambah cabornya, seperti Muayththai, basket 3 on 3, petanque, serta gateball. “Oleh sebab itu, kami terpaksa harus ekstra selektif dalam memberangkatkan atlet, baik ke Pra PON maupun PON,” ucapnya.

Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov Pergatsi Bali Ngurah Adnyana, menjelaskan, cabor gateball hanya meloloskan lima provinsi, ditambah tuan rumah, sehingga totalnya yang berlaga hanya enam provinsi. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.