Salah satu atlet yang disiapkan untuk Pra PON oleh ISSI Bali, Sayu Bela. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) BaIi menyiapkan empat atlet balap sepeda guna berlaga di ajang Pra PON. Mereka adalah Kevin Maulana (Denpasar /road-race), Sayu Bela (Denpasar/cross country), Omar Batista (Badung/road-race), serta Ardian Putra Pratama (Badung/BMX).

Wakil Ketua Umum Pengprov ISSI Bali, Nyoman Kertiyasa, di Denpasar, Minggu (20/1) menjelaskan, Pra PON hanya boleh menurunkan atlet U-20 mengingat PON di Papua 2020 mendatang, persyaratan usia pembalap U-21. Ia mengharapkan Bali memiliki pelatih berkualitas. Caranya mendatangkan pelatih nasional, agar memberikan teori dan praktik kepelatihan kepada para pelath di Bali. “Kami pernah mengadakan pelatihan tingkat dasar kepada para guru olahraga di sekolah, serta mantan atlet balap sepeda, Desember tahun lalu,” ujarnya.

Ia pun ingin pelatihan khusus diberikan kepada pelatih agar mereka mampu mencetak atlet berbakat dan bertalenta.

Baca juga:  Kroser Bali Ditarget Rebut Dua Emas pada PON 2020

Sementara Ketua Umum Pengprov ISSI Bali Wayan Mariyana Wandhira mengemukakan, selama ini teori dan praktik yang diajarkan kepada atlet, banyak yang kurang tepat, dan telah dievaluasi pada pelatihan lalu. “Yang pentung bagi kami, regenerasi atlet terus digelorakan, mulai dari event Porjar,” kata Wayan Wandhira.

Selanjutnya, bibit yang muncul ke permukaan harus diberikan jam terbang dengan mengikuti berbagai lomba. Ia mencontohkan, Bali pernah menggelar kejuaraan terbuka kriterium pada 2018 dan berencana mengadakan even terbuka cross country di Mei 2019. “Kami lebih baik menyelenggarakan event kejurnas dan terbuka, sekaligus untuk mengukur kemampuan pembalap lokal Bali,” jelasnya.

Selain itu, bagi pembalap Pra PON perlu melakukan try-out dengan turun pada berbagai event. Mengingat jadwal Pra PON mendahului Porprov Bali. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.