Ilustrasi. (BP/dokumen Swara Tunaiku)

DENPASAR, BALIPOST.com – Natal 2018 yang lalu, sudah berapa banyak barang yang Anda beli dan uang yang Anda habiskan untuk tukar kado atau beli kado untuk para keponakan dan teman-teman terdekat? Coba cek keadaan kantong Anda, apakah masih aman?

Jangan-jangan, Anda sudah berbelanja terlalu banyak daripada yang seharusnya karena kalap karena banyak diskon akhir tahun. Jangan-jangan, tagihan kartu kredit masih ada yang belum terbayar karena tagihan membengkak!

Tahukah Anda kalau itu salah satu tanda-tanda Anda sudah terlampau banyak berbelanja alias shopaholic? Menurut Swara Tunaiku, ada 7 tanda lainnya yang tanpa Anda sadari bahwa Anda sudah terlalu banyak berbelanja.

1. Tidak Bisa Menyebutkan Uang Anda Habis untuk Apa dan di Mana

Bingung sendiri menyadari gaji yang sudah menyusut lebih dari setengahnya padahal tanggal belum menunjukkan pertengahan bulan? Wah, kalau ini terjadi, berbahaya! Ini bisa jadi tanda pertama kalau Anda sudah terlampau banyak belanja. Ironisnya lagi, biasanya hal ini terjadi pada orang yang memiliki pendapatan tinggi.

Orang dengan pendapatan tinggi cenderung lebih sering overspending karena mereka bisa membeli banyak hal dan pada akhirnya tak bisa mengontrol dirinya. Padahal, dengan jumlah gaji yang sedikit, mereka bisa hidup dengan tenang tanpa belanja.

2. Terlalu Sering Menggunakan Kartu Kredit Dibanding Kartu Debit

Punya kebiasaan membayar hal-hal ringan seperti kopi di mal dengan kartu kredit? Padahal, sebenarnya Anda memiliki uang cash atau kartu debit. Kebiasaan ini juga menyebabkan bahaya pada keuangan Anda, lho. Sebab, dengan sering menggunakan kartu kredit sama saja Anda berutang pada diri sendiri. Terlalu sering memakai kartu kredit juga tanda Anda kelebihan belanja.

3. Sering Double Buying Alias Membeli Barang yang Sama Lebih dari Satu Kali

Membeli barang yang sama lebih dari satu kali? Kalau itu barang konsumtif seperti makanan atau kosmetik sih tak apa. Namun, kalau barang yang sebenarnya tak diperlukan atau bahkan tak berguna seperti baju atau tas, bagaimana? Yah, itu namanya Anda juga overspending sehingga tak bisa membedakan mana barang yang sebenarnya sudah Anda miliki, mana yang belum.

Baca juga:  Ingin Beli Motor dengan Tunai? Pelajari Dulu Plus Minusnya

4. Melupakan Bujet

Berbelanja tanpa melihat bujet yang ada itu memang berbahaya. Meski Anda memiliki uang banyak, tapi bila melupakan bujet, khilaf belanja bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengatur bujet lebih dulu. Toh, saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu mengatur bujet.

5. Teman Sering Mengandalkan Anda Ketika Hendak Belanja

Senang sih banyak teman yang mengajak Anda ketika mau belanja. Namun, Anda yakin itu hal bagus? Sesungguhnya, teman shopping itu bisa mendatangkan bahaya pada keuangan, lho! Anda jadi doyan belanja dan takut dikatakan pelit kalau teman-temanmu membeli ini dan itu sedangkan Anda tidak. Bagaimana bisa mengatur keuangan kalau begini?

6. Tidak Ada Dana Pensiun dalam Daftar Prioritasmu

Siapa sih yang bisa memastikan bahwa Anda bisa hidup senang dan nyaman di hari tua? Tak ada, kan? Meski Anda punya anak, itu tetap tak jadi kepastian. Oleh sebab itu, Anda harus mulai menyisihkan uang dari sekarang untuk dana pensiun. Jangan sampai malah overspending terus-terusan.

7. Anda Tak Punya Tabungan

Tak punya tabungan? Wah, itu bisa jadi tanda bahwa selama ini Anda kalap belanja. Seharusnya, orang yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun memiliki dua belas kali lipat tabungan dibanding gajinya. Jika tak ada, itu salah Anda sendiri!

Jadi, apa selama ini Anda termasuk orang yang kalap belanja tapi tak pernah sadar setelah melihat tanda-tanda di atas? Kalau iya, segera hentikan. Lebih baik Anda mulai usaha saja. Kalau dana tak cukup untuk modal, bisa pinjam di Tunaiku saja. Anda bisa pinjam hingga 20 juta, lho! Namun, ingat, dana itu untuk usaha, bukan untuk belanja. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.