Suasana pelaksanaan upacara Caru Rsi Gana dan Melaspas Pedagingan di Pura Er Jeruk. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ratusan krama Desa Adat Sukawati dan subak pengempon Kahyangan Jagat Pura Er Jeruk Segara Kertih menggelar upacara Caru Rsi Gana dan Melaspas Pedagingan pada Rabu (16/1). Ritual yang dipuput oleh 10 orang sulinggih ini bertujuan untuk membersihkan seluruh areal pura sebelum puncak karya yang akan berlangsung pada Budha Kliwon Pahang, 30 Januari.

Made Sarwa, selaku Panitia Bidang III Karya Pura Er Jeruk ditemui sela-sela upacara mengatakan lokasi upacara Rsi Gana dilaksanakan di utama mandala pura. Upacara serupa juga dilaksanakan di areal Pura Beji Kahyangan Er Jeruk. “Fungsi upacara Rsi Gana untuk pembersihan areal utama, madya dan nista mandala,” ucapnya.

Dijelaskan untuk Pura Beji Kahyangan Er Jeruk berjarak kurang lebih sekitar 200 meter di arah barat. Untuk mencapai pura ini ditempuh oleh krama dengan berjalan kaki. “Berhadapan dengan pemedal Pura Er Jeruk yang mengarah ke barat, pemedal pura ini mengarah ke timur, sehingga berhadapan sebenarnya,” ujarnya.

Dikatakan para pura beji itu terdapat mata air di dalam sumur dengan kedalaman sekitar lima meter. Uniknya air di sumur ini terpengaruh dengan kondisi alam, yang kadang muncul kadang tidak. “Meski dekat pantai, airnya terasa tawar. Kadang air itu muncul seperti mata air sudamala, yang berwarna agak bening keputihan,” jelasnya.

Baca juga:  Pura Dang Kahyangan Er Jeruk, Sukawati Dibangun Saat Dharmayatra Dang Hyang Nirartha

Ritual mecaru dilakukan di seluruh kawasan pura, khususnya di perempatan agung yang berada di By-Pass I.B Mantra. “Sebelum mecaru Ageng pada 28 Januari nanti diisi dengan mecaru alit sekarang ini. Namanya mecaru manca kelud, dilaksanakan di seluruh kawasan,” ucapnya.

Sebelumnya, eedan karya sudah dimulai sejak Jumat (4/1) dengan prosesi Nyukat Genah, dilanjutkan dengan prosesi Nyambut Karya, Nanceb, Nangiang Pengrajeg pada Sabtu (5/1), upacara Negtegang Beras, Kamis (10/1), dan Nyangling, Jumat (11/1). Upacara Ngadegang Bagia Pula Kerti dilangsungkan pada Senin (14/1), dilanjutkan dengan Caru Rsi Gana, lan Melaspas Padagingan pada Rabu.

Upacara Mendak Pakuluh ring kahyangan jagat dan kahyangan desa dilangsungkan Minggu (20/1). Upacara melaspas Bagia Pula Kerti dan Mendak Bagia, Rabu (23/1), Ida Batara medal Jumat (25/1), upacara Melasti ring Segara Purnama pada Sabtu (26/1).

Upacara Mapepada Alit dilangsungkan Minggu (27/1), upacara Tawur Agung Pedanan pada Senin (28/1), upacara Mapepada Agung Selasa (29/1) dan puncak karya pada Rabu (30/1). (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.