Seorang warga meninjau bangunan pura subak Tegal yang rusak akibat pohon tumbang. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pasca hujan lebat disertai angin kencang pada Senin (14/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar masih melakukan evakuasi material hingga Selasa (15/1).

Berdasarkan data rekapitulasi total ada 34 titik bencana yang ditangani petugas. Dominan dari bencana itu diakibatkan oleh pohon tumbang yang tersapu hujat lebat.

Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan evakuasi di sejumlah titik bencana. Khususnya material pohon tumbang yang merusak bangunan. “Selasa pagi kita juga melakukan evakuasi di seputaran Kelurahan Semplangan, ada 4 titik pohon tumbang yang di evakuasi, ” ucapnya.

BPBD Gianyar sudah merekap akibat bencana hujan lebat disertai angin kencang pada Senin sore. Berdasarkan hasil rekap itu total ada 34 titik bencana, dari jumlah itu tercatat 27 titik bencana pohon tumbang.

“Sembilan diantara bencana pohon tumbang itu menimpa bangunan dan kendaraan milik warga. Sementara yang lainya hanya menghalangi akses jalan, dan sudah dievakuasi petugas TRC( Tim Reaksi Cepat-red),” katanya.

Sejumlah kejadian yang merusak bangunan itu pun diketahui memicu kerugian jutaan rupiah. Seperti pohon tumbang yang merusak bale kulkul, candi bentar, bale gong, perentenan pura subak Tegal, Kelurahan Samplangan.

“Kalau total kerugian kami belum rekap sepenuhnya, diperkirakan kerugian cukup tinggi terutama yang merusak tempat suci, kendaran dan rumah pribadi milik warga, ” katanya.

Baca juga:  Siklon Riley, Bencana Pohon Tumbang Landa Bali

Selain akibat pohon tumbang, hujan lebat dengan angin kencang pada Senin sore kemarin juga merusak tujuh bangunan. Seperti robohnya Bale Gong di Desa Pakraman Bona, serta sanggah milik Wayan Sujana yang roboh di Desa Pakraman Bona. ” Ada pula satu orang warga tewas tersetrum listrik Pande Nyoman Sampun Suparta saat memperbaiki kabel yang tertimpa pohon, dan seorang pengendara motor Ni Kadek Purwaningsih yang tertimpa pohon,” imbuhnya.

Secara terpisah Pekaseh Subak Tegal, Ketut Widarsana menuturkan terkait pohon beringin tumbang yang menimpa pura Subak Tegal di Kelurahan Semplangan. Dikatajan pohon beringin yang awalnya setinggi 15 meter itu tumbang tepat saat hujan lebat pada Senin sore kemarin. ” Setelah hujan ada warga mau ke sawah, ternyata disana pohon disana sudah roboh, pohon itu memang lama sudah lapuk, ” katanya.

Dikatakan pohon ini tumbang menimpa  balai kulkul, candi bentar dan balai gong. Dikatakan balai kulkul di lokasi itu pun sebenarnya sedang dalam tahap pengerjaan dengan anggaran bansos. ” Walau sekarang bagian atap balai kulkul roboh, tetap ini pengerjaan berupa nempel ukiran akan dilanjutkan, karena sudah masuk anggaran, ” tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.