BANGLI, BALIPOST.com – Hujan abu dan pasir melanda sejumlah desa di Kabupaten Bangli, Kamis (10/1) malam. Hal itu terjadi akibat dampak dari erupsi Gunung Agung di Karangasem.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jumat (11/1), desa-desa yang dilanda hujan abu dan pasir sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Kintamani, diantaranya Desa Terunyan, Desa Abang Batudinding, Desa Kedisan, Songan, Bantang, Satra, Dausa dan beberapa desa lainnya yang ada di wilayah Kintamani barat. Hujan abu dan pasir terjadi sekitar pukul 20.40 wita dan berlangsung selama beberapa menit.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, hujan abu dan pasir akibat dampak erupsi Gunung Agung kali ini dirasakan warga di sejumlah desa di wilayah Kintamani. Sementara desa di kecamatan lainnya seperti Tembuku yang pada erupsi tahun lalu sempat terdampak, cukup aman.

Tidak ada yang terkena paparan abu dan pasir. “Hanya di daerah Kintamani saja, itupun tidak semua desa kena dampak,” terangnya.

Menurut Agus, adanya paparan abu dan pasir hingga ke wilayah Kintamani dipengaruhi karena hembusan angin mengarah ke arah barat laut yang kemudian membawa material erupsi mengikuti arah angin. Meski ada beberapa desa yang terpapar abu, namun Agus mengatakan hal tersebut tidak sampai memicu kepanikan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca juga:  Pengungsi di Sibetan Tinggal Tiga Titik

Agus mengaku pihaknya belum ada rencana membagikan masker untuk warga yang wilayahnya  terpapar abu vulkanik. Alasannya karena paparan abu hanya terjadi sesaat atau tidak secara periodik. Namun demikian di Posko BPBD Bangli pihaknya telah menyiagakan belasan ribu masker.

Sementara itu, Perbekel Desa Abang Batudinding, Made Diksa, saat ditemui mengatakan, dari seluruh banjar yang ada di desanya, hanya wilayah Banjar Dukuh yang terpapar hujan abu dan pasir. Banjar lainnya yang ada di wilayah atas (dekat dengan kantor desa) diakuinya aman.

Menurutnya hujan abu dan pasir kali ini dirasakan paling parah sejak Gunung Agung mulai mengalami erupsi 2017. “Sekalipun dulu sempat ada hujan abu tapi tidak sampai kedengaran di atap rumah warga seperti kemarin,” ujarnya.

Diksa mengatakan, saat hujan abu melanda wilayah Banjar Dukuh, dirinya langsung menghimbau warganya lewat media social dan pengeras suara di balai banjar agar tetap waspada.

Warga ketika itu diimbau untuk tidak keluar rumah saat hujan abu terjadi untuk menghindari paparan langsung. Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, disarankan untuk mengenakan alat pelindung diri. Untuk mengantisipasi dampak abu bagi kesehatan warga, pihaknya berharap BPBD Bangli dapat mendroping masker bagi warganya di Banjar Dukuh. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.