Ket foto : Kepala Dinas LHK Badung, Putu Eka Merthawan memberikan pengarahan, usai penyerahan ratusan bibit kelapa daksina dan ratusan handuk kepada petugas kebersihan DLHK Badung, Minggu (23/12) di Studio Bali TV Kuta. (BP/edi)

 

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka mewujudkan kabupaten Badung yang Bersih, Hijau dan Berbunga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung akan terus berupaya untuk menjaga lingkungan. Tidak hanya untuk masalah sampah, namun juga terkait dengan limbah.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas LHK Badung, Putu Eka Merthawan saat ditemui di Studio Bali TV Kuta, Minggu (23/12), tahun 2019 yang merupakan tahun yang penuh dengan kompetisi, pihaknya akan terus melakukan inovasi. Bahkan, pihaknya akan memprioritaskan konsep yaitu “darurat” berbenah dalam pengelolaan sampah maupun limbah.

Dalam hal ini, pihaknya akan membuat tata kelola sampah dan melakukan reformasi total dalam hal pengelolan sampah yang berbasis Reduce, Reuse dan Recycle (3R) secara total. “Kami harapkan seluruh hotel yang ada, serta seluruh komponen jasa perdagangan, wajib memilah sampah dari sumbernya sesuai UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Itu akan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga badung tidak akan menjadi sorotan lagi akibat masalah sampah,” ujarnya.

Sedangkan, dalam hal pengelolaan limbah, seluruh komponen pariwisata yang mendapatkan UPL/UKL, diharapkan untuk tertib dalam pengelolaan limbah sesuai amanah UU 32/2009. Khususnya untuk pengurangan kantong plastik, pada 2019 Badung sangat siap untuk itu. Melalui konsep badung anti kantong plastik (batik), ini akan direalisaikan, bukan hanya sekedar perda atupun perbub saja. Pihaknya berharap kepada seluruh komponen untuk mendukung hal ini.

Selama tahun 2018, DLHK Badung patut berbangga. Berbagai penghargaan sudah diraih. DLHK dalam hal ini sudah mampu membuat langkah yang bukan populis, namun realistis. Salah satunya terkait mengurangi penggunaan kantong plastik, melalui gotik yang berhasil menjadi replikasi Nasional. Tidak hanya itu, melalui gotik, DLHK Badung juga mewakili Indonesia pada UN Award di Maroko.

“Kami bangga sekali langkah kecil ini disambut oleh Dunia. Bahkqn itu menjadikan Bali sebagai tempat untuk belajar terkait pengurangan sampah plastik,” ucapnya bangga.

Baca juga:  Brusli Disiagakan Selama Pertemuan IMF-WB

Tidak hanya program batik, DLHK Badung juga memiliki program yang cukup mendapat apresiasi, yaitu bank sampah. Program ini kata Eka, dimulai dari seluruh staf DLHK. Dari sana, saat ini seluruh PKK di Badung hampir 200 banjar dari 546 sudah membentuk bank smapah. “Untuk tahun 2019, kami berharap, seluruh banjar di Badung, memiliki bank sampah,” ucapnya.

Selain itu, dari gotik, seluruh Sekolah Dasar (SD) yang ada di Badung, diikutkan menjadi bank sampah keliling gotik (Baling gotik), yang saat ini sudah cukup banyak mampu memilah sampah. Serta dengan ini bisa mengurangi untuk membuang sampah ke TPA Suwung. Prestasi berikutnya tahun 2018, DLHK Badung sudah mendapat dua sertifikat Internasional yaitu iso 9001 dan iso 14001. “Iso ini kami jadikan pegangan untuk bisa membina masyarakat. Sebelum kami membersihka orang lain, kami juga perlu membersihkan diri sendiri,” pungkasnya.

Sementara, penghargaan yang terbaru dari Bupati Badung, DLHK mendapat penghargaan sebagai OPD Terbaik satu pada mangupura Award. “Kami juga secara pribadi diberikan penghargaan Mangupura Award kategori pengakuan perorangan sebagai insan yang mempunyai dedikasi tinggi untuk level inovasi,” katanya saat ditemui usai penyerahan ratusan bibit kelapa daksina serta ratusan handuk kepada petugas DLHK.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 180 bibit kelapa daksina dari Denpos, Bali TV, Bali Post, Bali Mart, Tokoh, Bisnis Bali, BTN, Radio Genta, Radio Global, Bali Coffee diserahkan kepada petugas DLHK. Selain itu, juga diserahkan ratusan handuk sebagai bentuk talikasih yang dirangkaikan dengan makan siang bersama denga seluruh petugas DLHK di Studio Bali TV Kuta. (yudi karnaedi/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.