GIANYAR, BALIPOST.com – Pascalongsor yang merobohkan rumah I Made Oktara Dwi Paguna, sejumlah tetangga di seputaran Gang Taman Beji, Banjar Sasih Desa Batubulan itu mulai mengungsi. Mereka mengaku resah bila terjadi longsor susulan.

Terlebih perumahan tersebut berdiri di kawasan yang tegak lurus dengan sungai sedalam kurang lebih 20 meter. Ewa Ramaha Werdita, warga yang tinggal tepat di sebelah barat rumah korban mengaku memilih pindah sesuai saran petugas.

Selain itu kepindahan ini memang keinginan sendiri melihat posisi rumahnya yang kini bersebelahan dengan jurnal sedalam 20 meter. “Selain disuruh polisi untuk mengosongkan rumah saya ini, juga saya khawatir dengan longsor susulan, maka saya pilih mengungsi,” katanya.

Diakui ia saat ini memilih kos di seputaran Kuta, karena memang bekerja pada salah satu hotel di Kuta. Sementara barang-barang di rumahnya kini dititipkan di rumah.

Pria 28 tahun asal Klungkung ini mengaku masih syok dengan insiden yang menimpa keluarga tetangganya. Saat kejadian pada Sabtu pagi itu, ia mengaku sedang bekerja di Kuta. “Saya tidak menyangka sampai terjadi seperti ini, saya masih syok,” ucapnya.

Baca juga:  Dugaan Minta Imbalan, Anggota Bawaslu Karangasem Disidang Kode Etik

Tidak hanya Ramaha, sejumlah tetangga lain yang rumahnya berada di sebelah timur memilih mengosongkan rumah mereka yang berada tepat dipinggir tebing sedalam 20 meter itu. “Beberapa tetangga kabarnya juga tidak berani tinggal di sini, ” ucapnya.

Sementara itu pantauan Bali post seputaran TKP longsor malah menjadi tontonan warga. Karena penasaran, puluhan warga ini nampak melewati garis polisi.

Bahkan demi memastikan lokasi longsor, mereka yang beberapa mengajak anak-anak ini, juga ada yang berani berdiri di pinggir tebing yang tanahnya masih labil. “Penasaran dengan kejadianya, jadi mumpung hari Minggu saya coba cek kesini,” ucap Komang Adi warga Karangasem yang tinggal di Desa Batubulan Kangin ini. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.