Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek (tiga kanan), saa menghadiri Festival Kampung Berseri Astra Kesehatan di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar (25/11). (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah sebelumnya dilaksanakan di Bogor, Kupang, Banjarmasin dan Semarang, Festival Kampung Berseri Astra kali ini hadir Kota Denpasar, Minggu (25/11) di Lapangan Renon. Dengan mengangkat tema “Astra untuk Indonesia Sehat”, festival KBA ini menghadirkan beragam pokok kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti Parade Jalan Sehat, Yoga Festival, Zumba party, Lomba Rangking 1 untuk Siswa, Lomba Permainan Tradisional, serta dimeriahkan oleh Jhony Agung dan Double T.

ESR Division Head PT Astra International, Riza Deliansyah mengatakan, sebagai wujud kepedulian Astra terhadap bahaya penyakit Thalassaemia, pada Festival Kampung Berseri Astra ini, PT Astra internasional. Tbk memberikan pelayanan pengecekan Thalassaemia gratis kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di Lapangan Renon. Pengecekan Thalassaemia gratis ini kata dia, merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada tanggal 12 November lalu.

“Festival ini, merupakan bagian dari empat pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari Pendidikan, Kelestarian Lingkungan, Kesehatan dan Kewirausahaan,” ucapnya.

Ditambahkannya, Festival Kampung Berseri Astra kali ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi untuk Masyarakat Indonesia yang telah melakukan kampanye gaya hidup sehat sehari-hari. Sekaligus juga sebagai bentuk komitmen Astra untuk mendukung program Pemerintah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS.

Baca juga:  Menkes Minta TNI dan Polri Kawal Nakes di Papua

“Kegiatan juga masih berlangsung Senin besok di Universitas Udayana dengan beragam jenis kegiatan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila. F. Moeloek yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyatakan, kesehatan masyarakat tidak saja menjadi tugas dari kementerian saja, namun menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Desa Berseri Astra, kata Menkes diharapkan menjadi rule model bagi seluruh desa yang ada di Indonesia dalam hal pemberdayaan masyarakat. “Untuk kedepannya diharapkan bisa ditiru oleh desa lainnya dan bisa menjadi rule model dalam pengembangan kawasan pedesaan di Indonesia,” jelasnya.

Terkait dengan kampanye pencegahan Thalassaemia, Menteri Nila mengatakan saat ini penyakit yang menyerang sistem pembekuan darah dan penderitanya harus menjalani tranfusi darah seumur hidup ini untuk saat ini memang belum ada obatnya.

Sehingga dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. “Penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga untuk mencegah penyakit ini, harus dilakukan pengecekan sejak dini, khususnya bagi kaum remaja, sehingga nantinya tidak mendapatkan pasangan pembawa gen thalassaemia,” ungkapnya.  (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.