Petugas berupaya memadamkan kebakaran di salah satu lokasi, Rabu (21/11). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Walaupun hujan mulai turun beberapa hari terakhir, namun peristiwa kebakaran di Buleleng masih sering terjadi. Terakhir pada Rabu (21/11), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng menangani tiga kebakaran.

Kebakaran di tiga lokasi terpisah itu dua diantaranya melanda rumah permanen. Sedangkan satunya lahan pertanian. Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, namun diduga kebakaran karena faktor kelalaian.

Peristiwa kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Sebuah rumah permanen milik I Wayan Suyama (61), warga Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar terbakar. Api dengan cepat membakar bangunan rumah berukuran 16 x 6 meter tersebut. Medan yang berat karena di perbukitan dan sumber air yang terbatas membuat api tidak bisa dipadamkan dalam waktu singkat.

Api baru bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah kejadian. Akibat kejadian ini, bangunan rumah milik korban hanya menyisakan puing-puing kebakaran. Diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

Keterangan saksi di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum kejadian salah satu anggota keluarga pemilik rumah membuang bara api dari ruang dapur. Saat dibuang, bara api itu belum dipadamkan dengan baik. Diduga, bara api itu kemudian membesar dan merembet ke bagunan induk rumah milik korban.

Setelah kejadian itu, petugas pemadam kembali mendapat laporan kebakaran sepetak lahan kosong di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Lahan yang bersebelahan dengan Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) itu terbakar sekitar pukul 11.15 wita. Satu unit pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar semak dan rumput liar kering itu.

Baca juga:  TPA Bengkala Kebakaran, Perlu 7 Jam Padamkan Kobaran Api

Sementara itu, kebakaran juga melanda rumah seorang lanjut usia (Lansia) Jro Mangku Gede Wayan Tandur (80) warga Desa Ambengan, Kecamatan Suaksada sekitar pukul 13.10 wita. Rumah permanen berukuran 20 kali x 12 meter persegi itu dengan cepat terbakar.

Api baru bisa dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Beruntung, dalam kejadian ini pemilik rumah dan keluarganya selamat.

Meski demikian, perlengkapan rumah tangga gagal diselamatkan. Bahkan, perhiasan emas, sertifikat tanah, dan uang tunai milik korban ikut terbakar. Akibat kejadian ini, korban menelan kerugian sekitar puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, secara pasti penyebab kebakaran tersebut belum diketahui. “Kebakaran tidak memandang waktu dan musim baik kemarau atau hujan. Buktinya, kita menerima tiga laporan kebakaran di lokasi terpisah dan penyebab belu dipastikan karena maish dalam penyelidikan polisi,” katanya.

Menghindari kasus serupa, mantan Sekretaris Camat Buleleng ini mengimbau agar warga tetap waspada terkait kemungkinan bencana kebakaran kendatipun sudah mulai turun hujan. Warga diingatkan tidak membakar sampah pada lahan kosong tanpa pengawasan yang baik. Selain itu, bila meninggalkan rumah dalam waktu lama, pastikan tidak ada api bekas dupa sembahyang dan peralatan elektronik serta kompor telah dipadamkan. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.