Ketut Agus Sutapa. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli di Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, kini tak bisa berfungsi karena rusak. Padahal keberadaan alat tersebut sangat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana, terutama saat musim hujan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi Minggu (4/11) mengatakan total ada empat alat EWS yang dipasang di wilayah Desa Abang Batu Dinding sejak 2016 lalu. Diakuinya, saat ini kondisi keempat alat EWS yang merupakan hibah dari BNPB itu, sudah tak bisa berfungsi dengan normal lantaran rusak. “Kerusakannya, sudah tidak bisa memberikan sinyal informasi ke kantor kita, jika ada getaran/pergerakan tanah,” ujarnya.

Agus mengatakan, untuk memperbaiki alat itu BPBD Bangli saat ini sedang mengkoordinasikannya dengan pihak Universitas Gajah Mada (UGM). Koordinasi dilakukan mengingat alat tersebut merupakan buatan UGM. “Pemeliharaan alat memang ada di kita. Kita juga sudah sediakan anggaran pemeliharannya. Namun untuk perbaikan, kita tidak bisa lakukan sendiri. Kita butuh teknisi dari UGM,” terangnya.

Baca juga:  Kebocoran Jaringan PDAM Klungkung di Atas Standar Nasional

Dijelaskan Agus, tujuan pemasangan alat EWS di wilayah Desa Abang Batudinding yakni untuk memberi peringatan secara dini ke masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah dan air bah. Dengan adanya peringatan tersebut, nantinya masyarakat di wilayah Desa Abang Batudinding dan sekitarnya bisa dengan sigap mengevakuasi diri dengan cepat ke titik kumpul yang aman jika bencana terjadi.

Agus berharap musim hujan yang akan datang ini tidak sampai menimbulkan adanya pergerakan tanah atau air bah yang dapat mengancam keselamatan warga sekitarnya, seperti yang pernah terjadi pada 2014. “Di samping pemasangan EWS, selama ini masyarakat di sana juga telah kita latih kapasitasnya dalam hal penanganan bencana. Dan sebelum dilakukan pemasangan alat, mereka juga sudah mengerti tentang tanda-tanda alam apabila terjadi pergerakan tanah saat hujan deras. Jadi mereka sudah tahu titik kumpul yang aman untuk evakuasi diri,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.