
DENPASAR, BALIPOST.com – Asap hitam yang keluar dari Bus Trans Metro Dewata menuai keluhan dari masyarakat. Keluhan ini disuarakan lewat media sosial dan cukup menimbulkan pro dan kontra.
Terkait asap hitam yang keluar dari sejumlah armada Bus Trans Metro Dewata ini, Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, buka suara. Ia mengatakan pihaknya juga sempat melihat langsung fenomena tersebut saat menggunakan layanan transportasi publik itu.
Menurutnya, persoalan asap hitam langsung ditelusuri dengan melakukan pengecekan ke pool bus. “Kalau pengurangan service tidak ada. Trans Metro itu beroperasi dengan sistem pembelian layanan atau buy the service, sehingga biaya perawatan, bahan bakar, hingga pengemudi sudah diperhitungkan dalam kontrak,” ujarnya, Selasa (10/3).
Mudarta menjelaskan, dari hasil pengecekan di pool, beberapa kendaraan yang sebelumnya dilaporkan mengeluarkan asap hitam justru tidak menunjukkan kondisi serupa saat diuji dengan metode pemeriksaan tertentu.
Namun demikian, ia mengakui kemungkinan adanya kesalahan dalam cara mengemudi yang dapat memicu munculnya asap hitam dari kendaraan.
“Kadang-kadang masalah penggunaan gas dan perpindahan gigi juga bisa menyebabkan itu. Jadi bukan semata-mata karena kerusakan kendaraan,” jelasnya.
Meski demikian, Dishub Bali menegaskan akan tetap meminta perbaikan apabila ditemukan armada yang memang mengeluarkan asap hitam akibat masalah teknis pada mesin.
Mudarta juga mengapresiasi masukan dari masyarakat terkait kondisi armada bus. Menurutnya, laporan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Bali.
“Kalau ada yang menemukan, silakan disampaikan ke kami. Itu masukan masyarakat yang sangat baik untuk perbaikan, dan tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)










