Ilustrasi. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Areal parkir gedung kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Tabanan yang berlokasi di by pass Ir. Soekarno, masuk wilayah banjar Sanggulan, desa banjar Anyar, kecamatan Kediri, Minggu (4/11) mendadak dipadati pengendara yang melintas. Dari kejauhan mereka ingin melihat tim identifikasi dari pihak kepolisian yang tengah melakukan kegiatan olah TKP di lokasi tersebut.

Seorang pria ditemukan tak bernyawa dengan posisi tidur terlentang. Saat ditemukan korban memakai baju kaos dengan celana jean warna hitam, tidur terlentang dengan posisi kepala menghadap ke timur, serta sepeda motor Yamaha N Max nopol DK 6413 QC terparkir.

Berdasarkan informasi, korban bernama I Made Suastika (51) warga Banjar Kukuh Kangin, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Korban diduga merupakan anggota TNI, ini dibuktikan dengan identitas yang ditemukan.

Korban pertama kali dilihat oleh warga yang tengah melintas yang saat itu curiga dengan posisi orang tertidur terlentang di parkiran gedung kantor BPJS Kesehatan, warga tersebut pun meminta bantuan saksi I Ketut Samiada untuk mengecek dan memastikan apakah orang yang dilihatnya itu benar benar tidur. Dan setelah dicek oleh saksi, saksi kaget melihat mulut korban berbusa, dan dipastikan sudah tidak ada tanda-tanda bernapas.

Bahkan banyak lalat di tubuh korban. Dengan adanya tanda-tanda tersebut, saksi kemudian memastikan kalau orang tersebut sudah dalam keadaan meninggal. Lanjut melaporkan hal ini ke polsek terdekat guna penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Warti Ditemukan Tewas Saat Cari Janur

Kerabat korban yang juga saudara misan korban, Wayan Sukana menjelaskan sebelum kejadian korban memang mendapatkan tugas malam untuk memantau adanya kejadian tanah longsor di wilayah Tabanan. Diduga karena kecapekan dan tengah turun hujan deras, korban memutuskan berteduh di areal parkir gedung kantor BPJS di by pass Ir Sukarno.

Diduga saat itu penyakit korban kambuh, akhirnya korban tak sadarkan diri. Sayangnya, tidak ada warga yang melihat kejadian tersebut. Hingga akhirnya sekitar pukul 07.00 wita barulah diketahui kondisi korban sudah meninggal dunia. “Dia (almarhum) memang punya penyakit sesak nafas dan hipertensi serta jantung, dan saat kejadian tidak ada warga yang tahu, sehingga tidak sempat ada pertolongan, setelah enam jam barulah diketahui,” ucapnya.

Terkait kejadian ini pihak keluarga mengaku pasrah dan tidak akan melakukan proses autopsi terhadap korban yang juga berprofesi sebagai pemangku. Dan untuk upacara, pihak keluarga masih akan melakukan rembug dan mencari hari baik.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, dokter jaga UGD, dr. Dendra Purana menerangkan, jika dalam tubuh korban memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan oleh warga. “Hasil pemeriksaan luar memang dari mulut korban keluar busa, namun penyebab kematian harus dilakukan autopsi namun ini juga harus persetujuan pihak keluarga. Untuk tanda kekerasan tidak ada,” terangnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.