Objek
A.A. Bagus Ari Brahmanta. (BP/dok

GIANYAR, BALIPOST.com – Rencana pemerintah menaikan tiket masuk objek wisata di wilayah Gianyar menjadi Rp 50 Ribu per pengunjung, mulai disosialisasikan oleh Dinas Pariwisata Gianyar dengan instansi terkait pada Rabu (31/10). Sejumlah intansi pun masih mempertimbangkan usulan ini.

Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta dikonfirmasi Kamis (1/11) mengatakan pertemuan yang digelar melibatkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), para bendesa adat, serta sejumlah asosiasi lainya. “ Kami mensosiailsasikan terkait rencana menaikan tiket masuk objek wisata menjadi Rp 50 Ribu, “ katanya.

Kenaikan tiket masuk ini rencanaya akan berlaku untuk tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar. Namun mendapat informasi rencana kenaikan tiket wisata ini, belum semua pihak bisa memberikan keputusan. “ Seperti Asita itu meminta space waktu untuk mempertimbangkan hal ini, “ katanya.

Sejumlah bendesa adat juga meminta space waktu, untuk memikir kan rencana ini, terlebih kenaikan tiket masuk tersebut cukup signifikan yakni mencapai Rp 50 ribu untuk satu orang wisatawan asing. “ Ya kita berikan tanggang waktu, setelah itu akan dirapatkan kembali, dan hasilnya akan disampaikan ke Bupati Gianyar, “ katanya.

Baca juga:  Tarif PJP4U Alami Kenaikan Mulai 1 Oktober, Ini Persentase Kenaikannya

Gung Ari menjamin dengan kenaikan ini, desa adat yang memiliki objek wisata akan mendapat pemasukan lebih dari hasil kunjungan, Misal seperti objek wisata Tirta Empul diprediksi bisa menerima keuntungan hingga Rp 20 Miliar setiap tahunnya. “ Selain itu, dengan kenaikan hingga Rp 50 ribu ini rencannya, pengunjung tidka perlu lagi membayar uang toilet, uang kamen dan lainya, semua disiapkan dan dipelihara pemerintah, “ jelasnya.

Bendesa Pakraman Bedulu Gusti Ngurah Made Serana mengaku setuju terkait rencana kenaikan tiket masuk hingga Rp 50 Ribu tersebut, untuk kunjungan ke Objek Wisata Goa Gajah yang ada di Desa Bedulu. “ Kami setuju kenaikan tiket itu karena sebelumnya memang sudah pernah dibahas dan dikaji oleh stakeholder terkait, “ katanya.

Gusti Ngurah Serana mengatakan untuk selanjutnya ia akan menunggu pembahasan lebih lanjut dengan Bupati Gianyar Made Mahayastra. “Apakah akan langsung menjadi perbup atau bagaimana, kita masih tunggu pembahasan lenoh lanjut dengan bapak bupati, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.