Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) meninjau Pavilion Indonesia saat inspeksi kesiapan pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Minggu (7/10). (BP/ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pavilion Indonesia yang menampilkan wajah Indonesia dibangun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama seluruh perusahaan negara untuk acara pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Ada 64 kabupaten/kota di Indonesia dan berbagai Kementerian dengan total 150 UMKM tampil di sana.

Pembuatan Indonesia Pavilion juga didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kominfo dan Kementerian Keuangan. Staff Khusus I Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol mengatakan, Indonesia Pavilion akan menampilkan banyak hal menarik tentang Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek-proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia.

Tak hanya itu, berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga ditampilkan dalam showcase hall seluas lebih dari 2.000 meter tersebut. Ia mengatakan tempat ini dapat menjadi jendela pertama bagi para anggota delegasi yang hadir untuk mengenal Indonesia secara singkat namun dengan informasi yang cukup merepresentasikan segala keunggulan, keindahan dan keunikan Indonesia. “Ini dalam rangka menyukseskan pertemuan tahunan IMF-WB 2018 dan sebagai momentum kita menunjukkan segala potensi yang dimiliki Indonesia ke mata dunia,” kata Sahala.

Area Indonesia Pavilion sendiri terbagi dari beberapa ruangan tematik, seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage Pavilion atau coffee shop. Para tamu akan menelusuri setiap ruangan yang punya keunikan masing-masing.

Baca juga:  Ketapang Jadi Titik Evakuasi 

Selain menunjukkan keindahan dan kekayaan budaya, pesan dan gagasan lain yang ingin disampaikan dalam Indonesia Pavilion yakni menjabarkan kepada delegasi tentang semangat Nawacita yang diaplikasikan Indonesia dalam setiap aspek pembangunan. Serta mengajak para investor untuk menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Indonesia dalam bidang ekonomi, industri, infrastruktur, pariwisata hingga seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.

“Data-data pencapaian perekonomian Indonesia dan data proyek strategis nasional akan tersaji secara digital dan atraktif pada layar LED. Para delegasi pun bisa memanfaatkan area photo booth lengkap dengan kostum tradisional. Mereka juga bisa merasakan pengalaman membuat kerajinan Indonesia di area workshop art and craft, seperti membatik,” ujar Sahala.

Staff Khusus II Kementerian BUMN Judith Dipo Diputro mengatakan IMF-WB di Bali tahun ini adalah sejarah. Karena peserta yang diperkirakan hadir 19.000 menjadi 34.000. Jumlah ini terbesar sepanjang perjalanan IMF WB. “Jadi kami harus memperlihatkan paviliun. Karena Indonesia berhasil rebound mengejar banyak ketertinggalan dalam pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Tagline pavilion Indonesia adalah diversity and values. Karena menurutnya aset terpenting adalah kemajemukan. Sedangkan values menggambarkan nilai dari bangsa Indonesia yang jujur dan pekerja keras. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.