Hutan lindung di Kintamani terbakar pada Kamis (13/9). (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan lindung di Kintamani. Jika sebelumnya hutan yang mengalami kebakaran ada di wilayah Desa Kutuh, pada Kamis (13/9) giliran hutan lindung yang ada di Banjar Pulu, Desa Songan B yang terbakar. Belum diketahui secara pasti pemicu kebakaran hutan di desa tersebut.

Informasi yang dihimpun, kebakaran hutan lindung di Desa Songan diketahui terjadi sekitar pukul 10.00 wita. Lokasi hutan yang terbakar berada di daerah Bukit Belanan Bawang. Cuaca yang cenderung panas membuat api dengan cepat membakar pepohonan dan semak yang ada di dalam hutan.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, belum diketahui pasti dari mana sumber api berasal. Akibat peristiwa kebakaran tersebut, total luas hutan lindung yang hangus terbakar di Banjar Pulu, Desa Songan kemarin diperkirakan mencapai 5 ha. “Tidak ada korban jiwa maupun rumah penduduk akibat kebakaran tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Pulihkan Populasi, Ratusan Ribu Benih Ikan Ditebar di Danau Batur

Sementara itu, mengenai perkembangan peristiwa kebakaran hutan lindung di wilayah Desa Kutuh yang terjadi pada Selasa hingga Rabu, Sulhadi mengatakan berdasarkan keterangan warga, sumber api diperkirakan berasal dari arah Abasan Desa Tejakula, Buleleng. Kencangnya tiupan angin membuat api dengan cepat merembet ke hutan lindung yang ada di wilayah Desa Kutuh. “Perkembangan sampai saat ini asap masih ada di sekitar Abasan Tejakula, Buleleng. Sementara titik api di hutan di wilayah Desa Kutuh sudah padam,” jelasnya.

Untuk memadamkan api, upaya yang telah dilakukan yakni dengan berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur serta dengan BPBD Bangli. Dikatakannya bahwa lokasi titik api yang jauh di dalam hutan dan tidak adanya akses jalan, cukup menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman. “Total luas hutan lindung di Desa Kutuh yang terbakar diperkirakan mencapai 4-5 ha,” imbuh Sulhadi. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.