Komisi III DPRD Bali saat sidak ke Pelabuhan Gilimanuk. Komisi yang membidangi infrastruktur ini menyoroti kondisi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah kapal penumpang di penyebrangan Ketapang-Gilimanuk umurnya mencapai puluhan tahun. Bahkan yang tertua buatan tahun 60-an atau lebih dari 50 tahun. Hal tersebut menjadi sorotan Komisi III DPRD Bali saat sidak ke pelabuhan Gilimanuk, Senin (10/9) lalu.

Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu jalur evakuasi bila ada bencana alam seperti erupsi yang berdampak pada transportasi udara.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba, Selasa (11/9) mengatakan, sidak yang dilakukan untuk memastikan kondisi Pelabuhan Gilimanuk sudah sangat layak untuk jalur jasa penyeberangan orang dan kendaraan.

Dari pengecekan sejumlah fasilitas ternyata masih belum maksimal. Khususnya dari segi infrastruktur, minim penataan serta masih didapati tumpukan sampah.  Terutama penataan untuk mengesankan Pelabuhan masuk wilayah Bali sebagai destinasi wisata.

“Tidak ada kesan masuk Bali. Padahal mereka sudah menginjakkan kaki di Bali yang terkenal dengan pulau yang sangat indah, penataan masih kurang,” kata Tamba.

Selanjutnya terkait fasilitas lain khususnya kapal yang dioperasikan pihaknya dan anggota dewan Komisi III lainnya mengaku miris. Sebab, dari 52 kapal yang standby untuk melayani penyeberangan di Selat Bali itu, belasan diantaranya  umurnya sudah uzur. “Bahkan kapal tahun 1960-an masih dipakai. Ini kami harapkan agar disikapi lebih lanjut, terkait laik atau tidak laik kapal. Karena ini menyangkut transportasi orang,” tandas Dewan asal Peh, Kaliakah ini.

Baca juga:  Penyeberangan Dari Desa Terunyan Dialihkan ke Cemara Landung

Angkutan kapal ini menurutnya juga masih dikelola oleh manusia juga dan tingkat human error-nya tinggi.  Harus benar-benar mengikuti aturan, baik itu kapasitas penumpang dan standar keselamatan kapal.

Kesiapan transportasi darat dan laut untuk Bali harus diperhatikan. Apalagi beberapa waktu nanti akan ada pertemuan internasional di Bali seperti pertemuan IMF dan World Bank. Gilimanuk menjadi salah satu alternatif jalur transportasi. Selain bertatap muka dengan pihak ASDP Gilimanuk dan instansi terkait, Komisi III juga sempat mengecek ke sejumlah titik di Pelabuhan Gilimanuk diantaranya jembatan pejalan kaki menuju kapal (gang way) serta fasilitas lainnya seperti jalan menuju dermaga. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.