NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah tantangan dalam mempertahankan pertanian dan meningkatkan produksi padi di Bali khususnya Jembrana dihadapi pemerintah. Diantaranya debit air yang mulai berkurang, tingginya biaya usaha tani dan semakin menurunnya minat generasi muda (milenial) bekerja di sektor pertanian.

Perlu ada upaya agar para generasi milenial tidak ragu menjadi petani. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan disela-sela penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Tukadaya, Melaya, Jumat (7/9).

Kembang yang juga Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jembrana, mengatakan pembangunan pertanian ke depan harus berbasis pada teknologi. “Karenanya untuk memotivasi para petani pemerintah Kabupaten dan pemerintah Pusat telah memberikan berbagai jenis bantuan kepada petani Jembrana. Adanya dukungan bantuan alsintan yang diberikan pemerintah diharapkan mampu membantu meningkatkan hasil produktivitas pertanian di Jembrana,” tandas Kembang.

Selain Alsintan, untuk mendukung irigasi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR juga menggelontorkan bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang juga diresmikan kemarin. Kembang juga berharap ke depan, mesin-mesin bor ini dioperasikan menggunakan listrik dari energi terbarukan berupa tenaga surya.

Baca juga:  Bali Jadi Destinasi Favorit Kaum Milenial Korsel

Terkait usulan tersebut, mendapat tanggapan positif dari Anggota BPK RI Rizal Djalil yang hadir bersama Komisi XI DPR RI dan perwakilan dari Kementerian Pertanian. Namun para petani penerima bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan dirawat sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas bantuan alsintan yang diserahterimakan kepada masyarakat/kelompok tani di Jembrana.

Total 87 buah alsintan pra-panen dan alsintan pasca panen. Alsintan pra-panen diantaranya dua unit traktor roda empat, 20 unit traktor roda dua, 10 unit cultivator, 50 unit handprayer.

Sedangkan Alsintan pascapanen lima unit power thrasher. Bantuan ini merupakan yang kesekiankalinya digelontorkan untuk Kabupaten Jembrana. Jembrana saat ini masih memiliki  luasan lahan pertanian 7.498,12 hektar. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.