Menteri Sosial mengunjungi salah seorang korban gempa. (BP/kmb)

MATARAM, BALIPOST.com – BNPB merilis sebanyak 1.454 rumah warga rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu (29/7). Selain itu, sebanyak 5.141 warga mengungsi akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin sore (30/7), gempa tersebut menyebabkan jumlah korban jiwa bertambah menjadi 16 orang. Masing-masing di Lombok Timur sebanyak 11 orang, Lombok Utara 4 orang dan pendaki Rinjani satu orang.

Disebutkan, sebanyak 1.454 rumah yang rusak tersebar di lima kabupaten. Sementara untuk masyarakat yang mengungsi terdapat di dua kabupaten yang terkena gempa paling parah. Yakni Lombok Timur sebanyak 2.663 jiwa dan di Lombok Utara sebanyak 2.478 jiwa.

Sutopo juga menyebutkan 11 warga yang meninggal di Lotim. Yakni dari Kecamatan Sambelia, antara lain Papuk Bambang (60), Zahra (3), Adiatul Aini (27), Herniati (35), Firdaus (7), Mapatul Akherah (7), Baiq Bila wati (19), Herli (9) dan Fatmirani (27). Kemudian korban meninggal yang berasal dari kecamatan Sembalun satu orang atas nama Inaq Marah (80). Dan satu orang warga Malaysia atas nama Siti Nur Lemawida ismail (30).

Baca juga:  Pendaki Jerman Jatuh di Jurang Kawah Gunung Agung

Sedangkan empat orang warga yang meninggal di Lombok Utara, antara lain Juniarto (8), Rusdi (34), Sandi (20) dan Natrinep (20).

Selain itu satu orang pendaki Rinjani meninggal atas nama Muhammad Ainul Muksin. Ia meninggal akibat tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Sutopo mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah pusat, yakni Kepala BNPB dan jajarannya berada di lokasi untuk melakukan pendampingan kepada BPBD provinsi dan kabupaten.

BNPB telah memberikan dana siap pakai sebesar Rp 750 juta untuk BPBD provinsi NTB, BPBD kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara masing-masing Rp 250 juta. Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan seberat 15 ton. Terdiri dari 50 unit tenda pengungsi, 100 unit genset, 5.000 lembar matras, 1.500 family kit, 1.500 kidware dan 25.000 pcs makanan siap saji.

Sedangkan upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, kata Sutopo, Gubernur NTB telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana selama lima hari. terhitung sejak 29 Juli – 2 Agustus 2018.

BPBD Lombok Utara mendirikan posko utama di Kecamatan bayan dan pos pengungsi di tiga titik. Serta BPBD Lombok Timur mendirikan rumah sakit lapangan di tiga titik. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.