KH. Said Aqil Siradj meninjau TOSS di Banjar Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Minggu (22/7) kemarin. Didampingi langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang digagas Pemkab Klungkung di bawah kepemimpinan Bupati Suwirta dan Wabup I Made Kasta terus mendapatkan apresiasi. Tak hanya datang dari Dewan Pertimbangan Presiden maupun anggota komisi V DPR RI. Tetapi juga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj. Hal tersebut terungkap dalam kunjungannya, Minggu (22/7).

Kunjungannya itu menyasar TOSS di Banjar Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyambut baik sekaligus turut mendampingi Kadis Lingkungan Hidup dan pertanahan (LHP) Anak Agung Ngurah Kirana.

Bupati Suwirta menyampaikan proses terciptanya program bidang lingkungan ini bermula dari kunjungannya ke STT PLN Jakarta. Hal tersebut dilanjutkan dengan tahapan survey, analisa, uji coba, hingga sosialisasi. Maka dari itu, STT PLN  mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang dalam implementasinya kemudian diberi nama program TOSS Gema Santi. Program ini pun telah masuk nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. “Target dua tahun kedepan seluruh desa di Kabupaten Klungkung sudah memiliki TOSS,” harapnya.

Baca juga:  Pemkab Klungkung akan Lelang Puluhan Kendaraan Dinas

Disampaikan lebih lanjut, melalui metode ini, sampah diolah menjadi pelet sebagai bahan bakar maupun energi listrik. Produk ini pun telah dibeli PT. Indonesia Power untuk diuji coba. “Program ini akan terus dievaluasi,” ucap Suwirta.

Sementra itu, Said Aqil Siradj mengapresiasi program inovatif ini. Menurutnya, ditingkat pusat TOSS baru sebatas program perencanaan. Namun di Kabupaten Klungkung sudah mulai dan berjalan baik. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Saya sangat kagum, sangat respect dengan TOSS ini. Ini semua merupakan kreatifitas Bapak Bupati Klungkung yang tidak pernah lelah, tidak pernah berhenti melakukan inovasi diberbagai hal,” ujarnya.

Kunjungan sebelumnya juga dilakukan Direktur Pengembangan PLP, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR,  Dodi Krispratmadi. Ia mengaku sangat tertarik dengan pengolahan sampah dengan metode ini. Diharapkan penerapannya diperluas, termasuk bisa diadopsi daerah lain. “Klungkung akan saya dijadikan contoh dan akan diterapkan di daerah daerah lain di Indonesia, salah satunya di Depok yang siap untuk menerapkan teknologi ini,” ujarnya. (Adv./balipost

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.