Rumah warga miskin di Bangli. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bangli sejak beberapa hari ini rupanya tidak terlalu mempengaruhi proses pembangunan bedah rumah yang dilaksanakan, Dinas Sosial. Meski seharian diguyur hujan, para pekerja tetap melakukan proses pembangunan. Hal itu diakui oleh Kadis Sosial Bangli, I Nengah Sukarta, Senin (25/6).

Sukarta menjelaskan, sejak beberapa hari belakangan ini memang cuaca kurang mendukung karena hampir setiap hari turun hujan lebat. Hanya saja, baginya turunnya hujan tersebut tidak menjadi pengaruh yang signifikan terhadap proses pembanguan. “Tidak ada pengaruh terhadap pembanguan rumah. Mesipun hujan, tukang tetap bekerja seperti biasa. Untuk menyiasati hujan, tukang memasang terpal sebagai tutup di atas banguan yang akan dibuat agar pekerja tidak sampai diguyur hujan ketika bekerja,” tegas Sukarta.

Dia menambahkan, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, pihaknya tetap yakin proses pembangunan mampu selesai tepat waktu. Pasalnya, waktu pengerjaan rumah sudah harus tuntas akhir Agustus dan paling lambat awal September mendatang.

Baca juga:  Ruas Jalan di Kuta Selatan Kebanjiran, Terparah di Lokasi Ini

Sedangkan untuk progress pembangunan belum bisa dipastikan berapa persen. “Karena dana yang kita berikan tahap pertama untuk pengerjaan 30 persen. Kalau di prediksi proses pembangunan sekitar 10 persen,” terang Sukarta.

Untuk diketahui, tahun ini pengkab Bangli membangun 68  unit bangunan. Untuk anggaran pembangunan per satu unit bangunan digelontorkan sebesar Rp 32 juta. Dan pencairan uang termin pertama sebesar 30 persen sudah dilakukan.

Karena pengamprahan dana dilakukan tiga tahap yakni pertama 30 persen, kedua 60 persen dan terakhir 10 persen. Pembangunan rumah tersebut menggunakan sistem swakelola. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.