Suasana simulasi penanganan huru-hara saat pencoblosan Pilgub Bali. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Dari 499 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Umum Serentak 27 Juni nanti, Polres Jembrana sejumlah TPS yang masuk kategori rawan II. Sehingga untuk mengatisipasi hal yang tak diinginkan, Polres Jembrana mengerahkan lebih banyak personil di lokasi tersebut.

Dalam pengamanan saat pencoblosan nanti, seluruh personil Polres Jembrana akan disiagakan baik tersebar di TPS maupun di Mako Polres. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko seijin Kapolres Jembrana, Kamis (21/6) mengatakan untuk persiapan pengamanan nantinya akan dimulai pada Minggu (24/6) ketika masuk masa tenang.

Personil yang nantinya diterjunkan selama pengamanan masa tenang sebanyak 270 anggota akan melakukan apel siaga di Mapolres Jembrana. Selanjutnya tepat pada hari pencoblosan, Polres akan mengerahkan seluruh anggota yang berjumlah hingga 606 personil. “Sekarang (pengamanan) masih masa kampanye, nanti pada masa tenang kami mulai apel,” tandas Kompol Didik.

Dari 606 personil tersebut menurutnya akan dikerahkan 502 anggota ke 499 TPS yang telah dipetakan. Masing-masing per TPS satu petugas jaga. Namun memang ada tiga titik TPS yang telah dipetakan masuk rawan dua yakni di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Juwuk Manis, Desa Pangyangan dan Pengeragoan. “Untuk yang rawan itu kami kerahkan dua anggota,” tambahnya.

Baca juga:  Sejumlah Peserta Pilkada Serentak Gunakan Hak Pilih di Gianyar, Ini TPSnya

Lingkungan Asri rawan karena penduduknya yang urban (campuran) sementara dua TPS lain Pengeragoan dan Juwuk Manis karena lokasinya yang blank spot atau tidak bisa terjangkau komunikasi.

Selain di TPS, Polres juga menyiagakan sejumlah pasukan dari Dalmas yang stand by di Mapolres Jembrana. Diantaranya satu satuan tingkat kompi dalmas lanjut dan satu satuan setingkat pleton dalmas awal.

Pasukan ini nantinya diluncurkan apabila ada situasi rawan atau saat diperlukan. Begitu juga dengan sarana dan prasarana siap untuk pengamanan selama pelaksanaan pemilihan serentak tersebut. Pasukan tersebut sebelumnya juga telah beberapa kali melakukan simulasi pengamanan bila terjadi huru-hara. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.