Bupati Tabanan saat meninjau contoh bangunan rumah desa bantuan Kementerian Pariwisata di kawasan DTW Ulundanu Beratan. (BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Menteri Pariwisata dan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia dipastikan akan hadir dalam pembukaan Ulundanu Beratan Art Festival yang digelar pada Minggu (24/6). Hal ini sesuai hasil koordinasi akhir badan pengelola DTW Ulundanu Beratan dengan pihak Kementerian RI yang disampaikan langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti selaku ketua badan pengelola, Kamis (21/6).

Ia menjelaskan sejumlah suguhan kesenian dan budaya pun akan ditampilkan dalam pembukaan event tahunan ini. Dengan melibatkan sekitar 2.000 seniman, festival ini diharapkan dapat memperkenalkan sekaligus melestarikan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat serta mempromosikan produk dan potensi kuliner, UKM dan pertanian khas Kabupaten Tabanan.

Dalam pembukaan festival tersebut akan ditampilkan iring-iringan 100 gebogan bunga, serta kolaborasi tektekan, baleganjur dan barong bangkung untuk penyambutan, serta penampilan tari rejang renteng oleh 19 gebog pesatakan. Dan tidak ketinggalan pula tari maskot Kabupaten Tabanan, Tari Bunga Sandat Serasi. “Juga ada tari kecak Ulundanu Beratan, kecak ulundanu ini dipentaskan di event tertentu, khusus di kawasan DTW dipentaskan dua minggu sekali,” bebernya didampingi Manager DTW Ulundanu, Wayan Mustika.

Lanjut dikatakannya, sebelum kegiatan puncak festival yang digelar selama tiga hari, mulai 24 sampai dengan 26 Juni, telah diadakan kegiatan pra-event sejak 13 sampai 22 Juni. Pra-event diisi berbagai kegiatan atraksi seni seperti lomba rias sampan dayung, lomba videografi dan fotografi, lomba membuat patung dari sayiran serta lomba membuat penjor dan merangkai bunga.

Baca juga:  Lempar 1.359 Sege, Festival Budaya Lembah Baliem Pecahkan Dua Rekor

Bahkan pentas seni yang ditampilkan tidak hanya dari masyarakat setempat melainkan juga melibatkan dari Kabupaten lain seperti sekaa gong wanita Kabupaten Buleleng, duta seni Kabupaten Gianyar yakni barong kreasi, pentas Barongsai dan pentas sanggar seni kolaborasi mancanegara. “Semua lomba dan pentas seni kami melibatkan berbagai elemen masyarakat,” ucapnya.

Hasilnya selama kegiatan yang digelar, tingkat kunjungan mengalami peningkatan yang cukup fantastis. Data badan pengelola, jika rata-rata kunjungan per hari di angka 2.000 orang, kini mencapai angka 7.000 orang. “Kami harapkan jumlah kunjungan akan terus meningkat kalau bisa sama seperti di Tanah Lot bisa tembus angka 4 juta,” harapnya.

Tidak kalah menariknya, dalam Festival Ulundanu Beratan IV juga akan ditampilkan contoh rumah desa atau model umum homestay dan lebih aplikatif ditempatkan di semua daerah dengan konsep ecopod atau bangunan dengan konstruksi ramah lingkungan. Bentuk bangunannya pun sangat unik, yakni berbentuk bundar layaknya sebuah telur dengan dua lantai. “Ini bisa jadi contoh untuk bisa tahu dan manfaatkan ke depan, karena Tabanan saat ini sudah punya 22 pengembangan desa wisata,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.