Dua pendaki yang sempat tersesat di Ijen ditemukan petugas dalam kondisi selamat, Rabu (20/6). (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Jalur pendakian Gunung Ijen, Banyuwangi, nyaris memakan korban. Dua pendaki sempat tersesat di gunung setinggi 2443 mdpl tersebut, Rabu (20/6). Setelah hilang hamper 24 jam, keduanya ditemukan dalam kondisi selamat di dekat jalur pendakian kawah. Keduanya yang ternyata sepasang kekasih ini ditemukan dalam kondisi lemas.

Dua pendaki itu masing-masing, David Kurniawan (21) dan Selviani (17), keduanya asal Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Saat ditemukan, dua sejoli tersebut sedang berdua.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam menjelaskan kedua pendaki itu dilaporkan naik mulai Selasa (19/6) dini hari. Keduanya mendaki bersama 16 orang pendaki lain. Saat naik, keduanya berbaur bersama teman-temannya. Bahkan, tiba di puncak dengan selamat. Petaka muncul ketika rombongan kecil ini turun dari puncak. Saat tiba di pintu masuk pendakian Pal Tuding, kedua pendaki tersebut tak ditemukan. Teman-temannya, sempat menunggu beberapa jam. Namun, keduanya tak kunjung turun. Kejadian ini, akhirnya dilaporkan ke petugas jaga. “ Kami terjunkan lima petugas BPBD, lalu menyisir bersama tim lain di Ijen,” kata Eka Muharam.

Baca juga:  Hilang Sejak Jumat, Pendaki Ditemukan Tewas di Jalur Puncak Raung

Hasilnya, sekitar pukul 10.30 WIB, kedua pendaki tersebut ditemukan. “Keduanya kita temukan di sekitar dam aliran belerang. Kondisinya sudah lemas,” jelas Eka.

Diduga, kedua sejoli ini hilang arah ketika hendak  naik dari kawah ke puncak. Lalu, tersesat hingga ke sekitar dam yang cukup curam. Lokasinya cukup jauh dari kawasan pendakian kawah. Petugas kemudian mengevakuasi kedua pendaki nahas tersebut.

Eka Muharam menambahkan, petugas sempat kesulitan mencari keberadaan dua pendaki itu. Sebab, kondisi sekitar kawah diguyur hujan lebat. Lalu, lokasi tempat ditemukannya kedua korban juga cukup curam. Terkait insiden ini, pihaknya mengimbau pendaki tetap siaga ketika naik ke puncak Ijen. Apalagi, sering berkabut akibat hujan. “ Imbauannya, pendaki tidak berjalan sendiri jika tidak tahu kondisi Ijen. Tetap gunakan pemandu dan aturan yang ada,” pungkasnya. (Budi Wiryanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.