Pilgub
Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Debat terbuka kedua pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Bali 2018 digelar Sabtu (26/5) di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar. KPU Provinsi Bali kali ini melakukan penyempurnaan tata tertib berdasarkan hasil evaluasi debat putaran pertama, serta mencermati permasalahan yang muncul pada debat di daerah lain.

Melihat dinamika keamanan di tanah air, para pendukung atau undangan yang ingin menghadiri debat harus memiliki ID resmi dari KPU Bali. “Kami sudah melakukan penyempurnaan tata tertib. Pada intinya disepakati baik pasangan calon, pendukung, maupun undangan wajib menjaga ketertiban dan kelancaran selama acara debat. Kami juga sepakat sesuai masukan dari tim kampanye, hanya yang memakai ID yang bisa masuk. Di luar itu tidak bisa,” ujar Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Seperti debat pertama, jumlah pendukung termasuk paslon dibatasi 100 orang ditambah 4 orang pengawal pribadi dan 2 asisten. Disamping persiapan fisik, lanjut Raka Sandi, pihaknya memohon pula kelancaran pelaksanaan debat secara niskala dengan menghaturkan pejati.

Baca juga:  Pemerintah dan DPR Segera Kaji Keberlanjutan Pilkada Langsung

“Saya berterima kasih kepada tim kampanye, justru kami mendapat banyak masukan. Kedua tim kampanye maupun LO betul-betul berkomitmen dan ingin menjaga debat ini berintegritas, dan tidak ada wacana di luar konteks Pilgub. Misalnya, kalau ada yang bawa hashtag ganti presiden atau presiden dua kali (seperti insiden di debat Pilgub Jawa Barat, red), itu dilarang masuk,” paparnya.

Raka Sandi menambahkan, debat kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Terdiri dari subtema pendidikan dan ketenagakerjaan, yang materinya dibuat oleh Tim Perumus dari Undiksha Singaraja, subtema kesehatan dan kependudukan dengan Tim Perumus materi dari Universitas Udayana, dan subtema transportasi yang materinya dibuat Tim Perumus dari Politeknik Negeri Bali.

“Tim kampanye, pendukung pasangan calon, dan undangan diharapkan fokus pada debat, bagaimana menciptakan situasi yang tertib, nyaman sehingga debat bisa difokuskan pada penyampaian visi misi,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.