DENPASAR, BALIPOST.com – Melakukan perubahan ke arah lebih baik dan membela (nindihin) Bali. Itu lah latar belakang I Ketut Putra Ismaya Jaya maju sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Ia yang merupakan Sekjen Laskar Bali ini mengutarakan dirinya merasa jengah untuk menjadi salah satu wakil Bali karena selama dua kali pemilihan DPD, ia menilai kontribusi perwakilan Bali yang duduk di DPD belum maksimal. “Harus bisa dibedakan antara DPD dan DPR. Kalau DPD itu merupakan individu yang merupakan perwakilan dari daerah dan membawa serta memperjuangkan aspirasi daerahnya. Jangan membawa kepentingan politik maupun golongan,” katanya saat mesimakrama ke Kantor Bali Post belum lama ini ditemani sejumlah pengurus Laskar Bali.

Ia pun berkeinginan untuk menjaga dan “nindihin” Bali jika terpilih. Alasannya sederhana, selama ini masih banyak aspirasi Bali dan umat Hindu yang merupakan kaum minoritas di Indonesia belum terakomodir. “Selama dua periode adanya DPD, saya merasa menjadi orang asing di daerah sendiri. Harus ada yang peduli untuk memajukan dan mengajegkan Bali,” tegasnya.

Baca juga:  8 Balon DPD Belum Penuhi Syarat Diminta Rampungkan Perbaikan Lebih Awal

Ia pun siap menjabarkan visi dan misinya ke masyarakat Bali. Diharapkan masyarakat Bali bisa lebih bijaksana dan cerdas dalam memilih wakilnya yang duduk di DPD.

Sebab, para wakil ini harus bisa menyuarakan kepentingan Bali serta menjaga taksu Bali. “Dalam dua periode DPD, masyarakat Bali seharusnya sudah bisa melakukan evaluasi kinerja wakilnya sehingga pada pemilihan berikutnya bisa memilih sesuai hati nurani,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika terpilih, ia tak hanya menyuarakan kepentingan umat Hindu, melainkan masyarakat Bali secara keseluruhan. Tekad ini pula yang menyebabkan ketika menyerahkan syarat dukungan menjadi Balon DPD, ia mengajak pemuka agama dari agama-agama yang diakui di Indonesia. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.