Tumpukan sampah baik organik dan anorganik di TPA Mandung. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Meningkatnya jumlah penduduk menyumbang peningkatan volume sampah baik organik dan anorganik. Setiap harinya rata-rata 250 meter kubik sampah dibuang ke TPA Mandung. Bahkan diprediksikan TPA Mandung akan mengalami overload lima tahun lagi. Karenanya, untuk mengatasi permasalahan ini pabrik pendaur ulang sampah yang dikelola pihak ke-3 akan dibangun di Tabanan.

Hal ini terungkap saat Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wirsyasturti menerima kunjungan dari PT. Hasura Mitra Gemilang, Selasa(15/5).

Menurut Bupati Eka selama ini peningkatan jumlah sampah di Tabanan dari hari ke hari kian mencemaskan. Apalagi bertambahnya jumlah sampah plastik, yang mengandung bahan-bahan kimiawi berbahaya dan baru bisa terurai setelah ratusan tahun lamanya.

Meningkatnya penggunaan sampah plastik karena kebiasaan penggunaan kantong plastik atau tas kresek di toko, warung, pusat perbelanjaan dan supermarket. Produk-produk barang konsumen juga banyak yang dikemas dengan plastik, bahkan plastik yang berlapis aluminium foil yang butuh ratusan tahun untuk mengurainya. “Masyarakat sudah dibuat nyaman dengan kantong plastik, dimana kurang kesadaran akan bahaya dari plastik itu sendiri’’ terang Eka.

Dalam mengatasi permasalahan mengenai sampah plastik ini, lanjut Eka, di Tabanan sudah terdapat bank sampah, baik yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat maupun lembaga. Selain melakukan daur ulang sampah anorganik dalam hal ini plastik, bank sampah juga memproses sampah organik untuk dipakai sebagai kompos.

Dengan adanya pabrik daur ulang sampah plastik nanti diharapkan Eka bisa semakin membantu mengatasi permasalahan sampah di Tabanan. Ia juga berharap pabrik ini kedepan bisa menghasilkan produk daur ulang yang bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan. Diharapkan juga hasil itu bisa bisa dipromosikan di Bumda Tabanan melalui kerjasama.

Baca juga:  Turun, Volume Sampah Nyepi di Bangli

“Saya harap hasilnya nanti bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga nantinya bisa dipromosikan di Bumda Tabanan, dan Bumda bisa mempromosikan hasil dari daur ulang itu kepada masyarakat umum, baik di Tabanan maupun di luar Tabanan,’’ ujar Eka.

Sementara itu Direktur PT. Hasuna Mitra Gemilang, Tjoeng Lukito menyampaikan dalam mendaur sampah plastik di Tabanan, pihaknya akan  mengkombinasikan dengan kulit gerabah (organik). Ia melanjutkan pihaknya memilih Tabanan karena merupakan ikon lumbung padi sehingga mudah untuk mendapatkan bahan baku yaitu kulit gerabah.

“Dengan mendaur ulang kembali sampah ini, tidak hanya mengurangi sampah plastik tetapi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan peralatan rumah yang memiliki nilai tinggi, seperti gazebo, meja, tempat sampah, hingga pot,’’ jelasnya.

Mengenai kesiapan Bumda Tabanan untuk membantu penyaluran produk sampah daur ulang, kata Direktur Bumda Tabanan, Putu Sugi Darmawan,Rabu (16/5) pihaknya siap. Namun untuk pelaksanaanya tentu memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya Bumda Tabanan pada prinsipnya mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah apalagi program yang bisa menangani tentang sampah. ‘’Namun untuk pelaksanaannya  kita sedang menunggu  arahan lebih lanjut dari OPD terkait termasuk apa yang masuk dalam kewenangan Bumda,’’ ujarnya. (wira sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.