Pengendara melintasi sejumlah spanduk yang dipasang warga Surabaya untuk mengungkapkan ketidaktakutan melawan teroris. (BP/baw)

SURABAYA, BALIPOST.com – Surabaya yang digucang ledakan bom dua hari berturut-turut Minggu (13/5) dan Senin (14/5) membuat geram warganya. Karena itu, arek-arek Suroboyo, bersatu-padu siap melawan teroris.

Perlawanan warga Surabaya yang dikenal dengan sebutan bondho nekat (Bonek) ini terlihat dari puluhan spanduk yang dipasang di jalan utama dekat dua tempat kejadian perkara/TKP. Berdasarkan pantau Bali Post, disepanjang Jalan Diponegoro khususnya dipertigaan lampu merah antara Jalan Kartini menuju Jalan Diponegoro terdapat sejumlah spanduk yang membakar semangat.

Diantaranya bertuliskan “Kami Siap Melawan” dari Brigata Green Boys Surabaya. Bahkan, di sebelahnya ada spanduk yang cukup menggelikan dengan tulisan “Bakso Granat ae Tak Pangan, Opomane Bom Teroris.”

Spanduk itu dipajang di lampu merah Jalan Diponegoro yang berjarak hanya 50 meter dengan lokasi Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, yang Minggu (13/5) diledakkan teroris yang memakan korban 5 tewas, termasuk tiga pelaku bom bunuh diri. Menuju kearah Jalan Arjuna juga terpampang sejumlah spanduk serupa.

Baca juga:  Simulasi Penanggulangan Terorisme Digelar di Bandara Ngurah Rai

Di sepanjang flyover Pasar Kembang, baik yang menuju ke jalan Pasar Kembang – Arjuna nampak beberapa spanduk. Diantaranya, bertuliskan “Kalian Salah Memilih Lawan Cok, Kami Tidak Takut Cok, Teroris Jancok.”

Banyaknya spanduk yang membakar semangat arek-arek Suroboyo, ini justru mendapat dukungan warga di sekitar Jalan Kupang Panjaan Gang II. “Saya dukung spanduk-spanduk yang dipasang arek-arek bonek iki mas,” kata Sutrisno, Rabu (16/5).

Trisno, sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban di pinggir Jalan Diponegoro tak jauh dari lokasi GKI Jalan Diponegoro. (Bambang Wiliarto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.