Pengangkatan pupuk organik Tinja yang sudah kering. Dalam sebulan IPLT di TPA Mandung mampu menghasilkan 10 ton pupuk. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Tinja atau kotoran manusia ternyata bisa berguna jika diolah dengan benar. Seperti yang dilakukan TPA Mandung dengan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) nya. Dalam sebulan, instalasi ini bisa menghasilkan 10 ton pupuk organik yang berasal dari tinja. Meski belum banyak dilirik, namun pemakaian pupuk ini pada tanaman disekitar TPA menunjukkan hasil yang baik. Tanaman bunga maupun pohon buah tumbuh subur saat diberikan pupuk hasil olahan tinja ini.

Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Selasa (5/4) mengatakan dalam sebulan IPLT mampu menghasilkan 10 ton pupuk organik dari tinja ini. Sepuluh ton ini berasal 110 meter  kubik lumpur tinja. Tinja ini didatangkan oleh truk-truk pengangkut baik dari TPA maupun swasta yang menguras tinja ke rumah-rumah.

Sukartini melanjutkan, dalam hal pelayanan kuras tinja, TPA Mandung masih menerapkan layanan on call. Berdasarkan data tahun 2017 tercatat sebanyak 452 jumlah permintaan kuras tinja di masyarakat dimana terbanyak permintaan datang dari Kabupaten Tabanan (190 permintaan) menyusul Kediri (159), Marga (25), Kerambitan (31), Penebel (18), Baturiti (10), Pupuan (3), Selemadeg Timur (3), Selemadeg Barat (2), Selemadeg (2), dan Luar Kabupaten (9).

Baca juga:  Balai Besar BPPP Kembangkan Biosilika di Denpasar

Permintaan kuras tinja ini kata Sukartini tidak dilakukan pihak TPA sendiri tetapi juga dibantu pihak swasta.  Ada empat operator swasta yang membuang tinja ke IPLT dan selama tahun 2017 total lumpur tinja yang dibuang ke IPLT dan kemudian diolah menjadi pupuk sebanyak 1.373,5 meter kubik. ‘’Lumpur tinja ini sebanyak 35 persen dibawa oleh pihak UPT TPA Mandung sementara sisanya dibawa oleh operator swasta,’’ jelas Sukartini.

Lumpur tinja kemudian diolah untuk menjadi pupuk organik. Selama ini pupuk organik tinja ini digunakan untuk memupuki tanaman di Taman Kota, tanaman di kebun bank sampah, tanaman di kantor-kantor dan taman di TPA Mandung. Beberapa masyarakat juga sudah mulai ada yang meminta pupuk ini ke TPA Mandung untuk menyuburkan tanaman di pekarangan. ‘’Pupuk ini diberikan gratis. Siapapun jika memerlukan pupuk bisa datang ke TPA,’’ ujar Sukartini.

Rata-rata pemakaian pupuk organik tinja ini dalam sebulan adalah enam ton. Sisanya yang empat ton biasanya disimpan di tempat kompos atau lahan kosong di TPA Mandung. Pupuk ini juga terkadang dipakai untuk menutupi sampah di TPA. (wira sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.