kuwait
Istri dari TKI yang meninggal di Kuwait, Kadek Sri Astuti saat menerima kunjungan dari Pemkab Gianyar, Senin (5/3). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Gianyar, Made Gede Gunawan (37) ditemukan pingsan di apartemennya di Negara Kuwait. Setelah dilakukan pengecekan dokter, pria beralamat Desa Budulu, Kecamatan Blahbatuh ini dinyatakan meninggal akibat serangan jantung, 28 Februari 2018. Jenazah korban sudah dibawa ke Bali, dan rencananya akan diserahkan ke rumah duka Selasa (6/3).

Paman almarhum Gde Gunawan, yakni Putu Sumantra menuturkan bahwa keponaknya ini sudah cukup lama bekerja sebagai terapis di Hotel Crown Plaza Kuwait. Pertama kali kabar meninggal itu diterima, sempat dikira hanya bercanda saja. “Apalagi terakhir almarhum pulang pada Desember 2017 lalu saat ngaben ibunya, dan waktu itu ia nampak sehat- sehat saja, tanpa ada keluhan sakit,“ ucapnya.

Mendapat informasi itu istri almarhum, Kadek Sri Astuti menelpon pihak perusahaan guna memastikan kabar tersebut. “Ya terkejut sekali, mendapat kabar ini,“ ucap Kadek Sri Astuti.

Dikatakan, terakhir kali memang sempat komunikasi dengan Gde Gunawan, dan pria satu anak ini memang sempat mengaku sedang batuk. “Waktu itu telponan dengan anak kami, Putu Suyasa yang sedang demam, suami juga mengaku kalau sedang batuk, tidak dikira sampai seperti ini, “keluhnya.

Baca juga:  Meninggal Di Nigeria, TKI Gianyar Tak Bisa Pulang

Kadek Sri Astuti pun mengakui saat ini menjadi beban pikiran adalah masa depan putra semata wayang mereka yakni, I Putu Suyasa yang baru berusia 5 tahun.

Kata Sri Astuti, dirinya juga dulu sempat bekerja sebagai terapis di hotel yang sama dengan almarhum, tapi berhenti setelah menikah. Ia fokus mengurus keluarga kecilnya. “Suami cukup lama bekerja disana, dan setiap tahun sekali pulang,“ jelasnya.

Sekarang untuk melanjutkan hidup dirinya berserta putranya kedepan masih belum terpikirkan. Saat ini dirinya beserta keluarga besar konsentrasi untuk upacara ngaben almarhum yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 14 maret nanti. “Rencananya besok (hari ini-red) jenasah akan dibawa pulang ke rumah, untuk selanjutnya upacara ngaben tanggal 14 nanti, “ katanya.

Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng sempat melayat ke rumah duka. Pemkab Gianyar melalui dinas tenaga kerja sudah membantu proses pemulangan jenasah korban. “Untuk biaya pemulangan memang di tanggung perusahaan tempatnya bekerja, tetapi untuk prosesnya sudah dibantu pemerintah,“ katanya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.