Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah selesai dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. Hasilnya, 10 ribuan penduduk tercoret dengan berbagai alasan. Tak hanya itu, juga ditemukan ribuan yang belum mengantongi e-KTP.

Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada, Jumat (2/3) menjelaskan sesuai data yang diterima dari KPU pusat, tercatat ada 162.804 orang yang menjadi sasaran coklit. Pelakasanaannya berlangsung sejak 20 Januari hingga 18 Februari 2018.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menemukan 10.626 orang yang tidak memenuhi syarat. Mereka terungkap sudah meninggal, di bawah umur dan tidak berdomisili di Kabupaten Klungkung. Oleh sebab itu, langsung dicoret dari daftar. “Ada sepuluh ribuan yang tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pada tahapan hajatan politik lima tahunan ini, juga ditemukan 2.651 orang belum mengantongi e-KTP yang didominasi lanjut usia dan rantauan. Hal ini pun sudah disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk bisa ditindaklanjuti dengan perekaman jemput bola.

Selain itu, juga ditemukan 5.685 pemilih baru. “Kami harapkan untuk yang belum mengantongi e-KTP, segera melakukan perekaman. Supaya tidak kehilangan hal pilih,” katanya.

Baca juga:  40 KUPVA BB Ilegal Telah Disegel

Pascacoklit, KPU menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) melalui rapat pleno. Ini segera dilaksanakan. “Nanti setelah itu, baru ada penetapan daftar pemilih tetap,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Klungkung, Pande Anggarnata menyebutkan berdasarkan data terkhir, ada sekitar 15 ribu penduduk belum mengantongi e-KTP. Pihaknya telah melakukan upaya percepatan perekaman dengan masuk ke desa-desa melalui program Perekaman Data dengan Sepeda Motor (Predator).

Selain itu, juga melalui roadshow ke sekolah-sekolah maupun pelayanan serentak dan terpadu (Serdadu).  “Langkah percepatan sudah kami lakukan. Tetapi yang namanya di lapangan, ada saja yang belum tersentuh. Pas kami datang, warga bersangkutan kerja. Begitu juga saat mereka ada di rumah, kami yang tidak bisa kesana,” ungkapnya.

Terkait temuan KPU, pihaknya menyatakan siap bekerjasama untuk melakukan jemput bola. Ini juga diharapkan mendapat dukungan dari paslon maupun simpatisan untuk saling mengingatkan. “Keterlibatan paslon juga sangat penting untuk ikut mendorong masyarakat mengantongi e-KTP,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.