Ilustrasi. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Warga banjar dinas Lenganan, Desa Bajera Utara, Selemadeg, Tabanan, Jumat (2/3) sore digegerkan penemuan mayat di Tukad Yeh Otan, banjar setempat. Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali diketemukan oleh buruh yang sedang mengerjakan proyek di Lenganan.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 18.00 wita perbekel banjar dinas Lenganan desa Bajera Utara menerima telepon dari Kepala dusun I Putu Agus  Sumiarta. Orang yang menelepon mengatakan telah menerima informasi dari buruh yang sedang mengerjakan proyek di Banjar Dinas Lenganan, Desa Bajera Utara bahwa ditemukan orang di sungai dalam keadaan tertelungkup.

Berdasarkan informasi tersebut pelapor segera mendatangi lokasi penemuan sambil melapor ke pihak kepolisian di Polsek Selemadeg. Setelah sampai di TKP ditemukan seorang laki-laki yang dalam keadaan tertelungkup dan posisi kepala dalam keadaan tenggelam, dan di lokasi juga sudah ditemukan istri korban dan beberapa warga.

Selanjutnya pelapor meminta untuk mengangkat kepala korban dan tidak merubah posisi korban sambil menunggu pihak kepolisian. Dan setelah datang dari pihak Kepolisian dan pihak medis bahwa laki-laki tersebut sudah dinyatakan meninggal dan ditemukan bekas luka robek kurang lebih 2 cm pada alis sebelah kiri, terdapat luka memar di bagian muka dan keluar darah dari hidung.

Baca juga:  Selama Jadi Polisi Nyambi Jual Beli Mobil

Diperkirakan korban jatuh terpeleset di saat menyeberang sungai. Di sekitar korban ditemukan barang-barang milik korban berupa tas pinggang warna hitam, sabit, sandal jepit, 1 buah wani yang diikat dalam pelepah kelapa, dan cincin batu akik milik korban.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada membenarkan perihal peristiwa tersebut. Ia mengatakan jika korban diduga terpeleset saat menyeberangi sungai karena bebatuan sungai yang licin.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban, dan keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah,” tegasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.