Menkeu Sri Mulyani (tengah) didampingi Menteri Kominfo, Rudiantara dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka Seminar International on Human Capital as a New Driving Force of Economy di Kuta, Kamis (1/3). (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemulihan ekonomi harus disertai produktivitas. “Jadi isu produktivitas menjadi sangat penting, agar kondisi ekonomi global menjadi sehat dan bisa bertahan lama dalam pemulihannya,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat membuka Seminar International on Human Capital as a New Driving Force of Economy di Kuta, Kamis (1/3).

Dalam hal ini, investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) atau human capital perlu didukung untuk menopang pemulihan ekonomi tersebut. Untuk itu, human capital sangat relevan dan menjadi topik pembahasan. Karena perubahan teknoligi yang cepat, bisa menggantikan berbagai macam pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia. “Diprediksi akan ada 5 juta pekerjaan yang hilang akibat teknologi,” ucapnya.

Untuk itu, human capital ini harus mengikuti perubahan teknoligi yang begitu cepat yang akan menciptakan kesempatan baru. Namun kesenpatan ini hanya bisa diraih apabila kualitas dari human capital menjadi baik. “Ini adalah tiga isu kenapa pada voyage to Indonesia hari ini membahas masalah human capital. Ini menyangkut tigal hal. Pertama adalah pendidikan, kesehata, dan jaring pengaman sosial. Bagaimana ketiga hal ini harus dilakukan dengan memasukan unsur teknologi yang berubah secara cepat,” ucap Menkeu.

Baca juga:  Agar Efektif, Ini Syarat Penyaluran TKDD

Untuk Indonesia sesuai amanat konstitusi telah dimandatkan untuk membelanjakan anggaran pendapat negara dan daerah untuk pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan 20 persen dan kesehatan 5 persen. Sementara untuk daerah untuk kesehatan lebih besar yakni 10 persen.

Tantangan yang dihadapi Indonesia baik di pusat maupun daerah adalah bagaiman dengan sumber pendanaan yang ada, betul-betul bisa meningkatkan kualitas dari human capital. Dalam hal pendidikan, siswa tidak hanya masuk dan menyelesaikan pendidikan. Tetapi apakah yang telah lulus sekolah betul-betul belajar dan menjadi lebih baik dari sisi kapasitas pemikiran, inovatif, dan skil bisa berkembanh. “Ini adalah tantangan tak hanya menyediakan sekolahnya tetapi bagaimana memanage sekolah itu,” tambahnya.

Sementara untuk kesehatan, agar diupayakan supaya tidak fokus pada pengobatan, namun pada pencegahan penyakit. Ini adalah sesuatu yang sangat urgen. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bisa melakukan perbaikan pengelolaan baik pendidikan, kesehatan, dan program jejaring sosial. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.