Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Denpasar terus berkurang. Terlebih, PNS yang pensiun semakin banyak.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Ketut Mister, Selasa (27/2) mengatakan dalam waktu dekat terdapat pejabat eselon II yang pensiun. Bahkan, saat ini beberapa poisisi strategis tersebut juga telah kosong. Seperti di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Mengatasi kekurangan PNS, pihaknya kini sudah mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Apatarur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) agar Pemkot Denpasar diberikan pengangkatan CPNS. “Kami sudah bersurat ke Menpan, agar bisa mengangkat 894 CPNS,” ujar mantan Asisten I Setda Kota Denpasar ini.

Pebajat asal Buleleng ini mengatakan, dari jumlah CPNS yang diusulkan itu, terdiri dari berbagai bidang. Ada yang pendidik, tenaga kesehatan, dan juga umum. “Namun, untuk mendapatkan ini harus kita kawal, karena cukup banyak permintaan ke pusat,” jelasnya.

Baca juga:  Penerimaan CPNS Minim Sosialisasi Formasi Disabilitas

Pada akhir tahun lalu dan awal Januari 2018 sebanyak 82 orang pegawai pensiun. Karena umur pegawai tersebut memang sudah memasuki masa pensiun yang sudah sesuai dengan peraturan. Dalam peraturan itu disebutkan, umur pensiun saat ini dibatasi hingga 65 tahun.

Dari 82 Pegawai tersebut ada 4 orang pensiun di Desember 2017. Sedangkan untuk 72 pegawai lainnya pada Januari 2018.

Untuk yang pensiun selain dari pejabat struktural yang paling banyak, kata Mister, adalah pegawai dalam bidang pendidikan dan tenaga kesehatan. “Mau bagaimana lagi karena hingga saat ini belum ada penambahan untuk perekrutan PNS di daerah, jadi kami harus kembali memberdayakan pegawai kontrak. Jika kurang mereka di masing-masing OPD yang akan merekrut pegawai yang kompeten dan profesional sesuai dengan kemampuan posisi yang diperlukan,” katanya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.