Pengungsi di Posko Induk Kubu, Bangli mengemas barang mereka selama mengungsi untuk dibawa pulang. Seiring pulangnya pengungsi, masih tersisa persoalan terkait pembayaran biaya pengobatan pengungsi, salah satunya di RSU Bangli. Masih belum ada kejelasan siapa yang akan menanggung. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Total klaim biaya pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung yang ditanggung Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli mencapai Rp 252 juta lebih. Dari jumlah itu, hanya Rp 88,3 juta diantaranya yang sudah terbayarkan, sementara sisanya Rp 130 jutaan masih belum jelas siapa yang menanggung.

Sesuai data dari RSU Bangli, jumlah pengungsi Gunung Agung yang sempat menjalani perawatan di RSU Bangli mencapai 200 orang lebih. Dengan rincian 163 orang pengungsi menjalani perawatan selama 18 September hingga 10 Desember 2017, 30 orang selama 11 Desember hingga 21 Januari 2018 dan 11 orang selama 22 Januari hingga 7 Februari 2018.

Total klaim biaya pengobatan dan perawatan pengungsi Gunung Agung yang harus ditanggung RSU Bangli nilainya mencapai 252.054.700 juta. Dari total klaim itu, hingga saat ini baru Rp 88.319.000 yang sudah dibayar oleh Satgas Bencana Kabupaten Bangli.

Sementara Rp 130.466.800 sisanya sampai sekarang belum terbayar dan belum ada kejelasan terkait siapa pihak yang akan menanggungnya. Mengenai hal itu, pihak RSU Bangli sudah menyampaikan usulan ke Pemerintah Provinsi per tanggal 19 Desember 2017.

Baca juga:  Besakih dan Pempatan Hujan Abu

Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya hingga saat ini belum mengetahui secara pasti siapa yang akan menanggung sisa klaim biaya perawatan pengungsi tersebut. Hanya saja dari informasi yang didapatnya, sisa klaim biaya pengobatan pengungsi itu akan dibayarkan pemerintah pusat. “Infornya masih simpang siur. Katanya akan diambil alih pusat,” terangnya.

Menurut Sudiana jika dibandingkan dengan RSU di kabupaten lain, angka klaim yang masih belum terbayar Rp 130.466.800 di RSU Bangli tergolong kecil. Kondisi itu juga diakuinya belum sampai mengganggu pelayanan di RSU Bangli. “Kalau di kabupaten lain kan ada yang sampai miliaran. Kalau kita kan tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Meski demikian pihaknya tetap berharap sisa klaim tersebut segera dibayarkan. Diharapkan pula Dinas Kesehatan Provinsi bisa memfasilitasinya ke pusat. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.