DENPASAR, BALIPOST.com – Sehari sebelum perayaan Siwaratri, Senin (15/1), pada Minggu (14/1) penyanyi Ayu Saraswati meluncurkan video klip single “Siwa Ratri.” Ide mulai dari proses rekaman hingga syuting terbilang serba kilat dan penuh cerita menarik.

Namun lebih dari itu, keinginan Ayu untuk dapat mempersembahkan lagu ini sebelum hari Siwa Ratri akhirnya tercapai. Ayu mengatakan, kecintaannya kepada Dewa Siwa, membuatnya semangat merampungkan proyek spontan ini.

Selain itu, dorongan kuat dari putra semata wayang, Sathya, juga membesarkan semangatnya untuk menyelesaikan lagu bertema sosial kerohanian tersebut. “Anak saya selalu bilang, Mama rekaman saja, lagunya bagus. Nanti musiknya dibuat modern, kan pas mau dekat hari raya Siwa Ratri. Saya bilang kerjaan banyak, belum bisa ngurusin yang lain, apalagi rekaman. Dia terus bilang, nanti keburu lewat hari Siwa Ratri,” ujar wanita kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini saat press conference, Minggu (14/1).

Lebih lanjut dikatakan, pembuatan video klip single “Siwa Ratri” semuanya bermula saat Ayu Astra dan Arick yang menggarap lagu “Siwa Ratri” memperdengarkan draf rekaman kepadanya. Bahkan, hingga lagu itu jadi direkam dan dibuatkan musik oleh Gung Dea, perempuan yang menjabat manager di Holding Krisna Company ini mengaku sudah tertarik dengan lagu tersebut.

Ia siap untuk menyanyikannya. “Saya sampaikan, saya mau, tapi semuanya akan berubah. Karena rekaman semula nuansa musiknya mandarin, vokal agak India. Jadi kalau saya yang membawakan, saya pikir harus dirombak total. Musiknya juga diaransemen ulang. Sempat sih agak ragu, tapi akhirnya Astra setuju dan menyerahkan ke saya,” tandas wanita lulusan S1 Jurusan Pedalangan ISI Denpasar ini.

Proses mulai bergulir, Ayu menghubungi Dek Artha untuk menggarap musik dan proses rekaman. Setelah rekaman tahap awal jadi dan berulang kali didengarkan, Ayu berpikir akan bagus jika ada tambahan vokal sesendon, dan ia tidak mau bahasanya yang umum atau biasa-biasa saja.

Baca juga:  Dinda Mawarni Bangga Jadi "Anak Buleleng"

Merasa hal ini penting dan tak mau asal jadi, ia pun menghubungi seniman tradisional senior yang juga dalang, yaitu Anom Ranuara. Setelah mencoba menyanyikan, ia malah merasa kurang pas, kalah bagus jika dinyanyikan oleh Nik Swasti.

Perlu perjuangan bagi Ayu untuk dapat menemukan dan meminta tokoh ini untuk mau mengisi suara sesendon. Bak gayung bersambut, semuanya berjalan mulus.

Namun, setelah mendengarkan hasil akhir, Ayu merasa masih ada bagian yang kosong saat interlude. Akhirnya muncul ide mengisinya dengan palawakya.

Lewat proses cukup unik, campur tangan Anom Ranuara dan Nik Swasti, sekali lagi menyempurnakan semuanya.

Ayu Saraswati pun tak mau sembarangan dalam menggarap video klipnya. Setelah bertimbang-timbang, akhirnya ia menjatuhkan pilihan kepada Mas Nyo, videographer senior yang sudah cukup banyak menggarap video klip penyanyi pop Bali di awal 2000-an.

Proses syuting juga dikebut di dua lokasi, di Sangeh untuk mengambil adegan Lubdaka, sembahyang dan lip sync, serta di Bali traditional house di Gianyar untuk mengambil gambar kegiatan masyarakat Bali kuno. “Target saya simpel saja, semoga lagu ini bisa menjadi inspirasi saat menyambut hari raya Siwa Ratri,” pungkas pemilik nama lengkap Ni Wayan Ayu Yuni Lestari.

Ketua Pramusti Bali, I Gusti Ngurah Rahman Murthana mengapresiasi dan merasa bangga pada Ayu Saraswati yang telah merilis single terbarunya. Sebab, Ayu Saraswati telah lama vakum di dunia tarik suara.

Apalagi, single yang dirilis bertemakan religi yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama generasi muda di era seperti saat ini. “Lagu ini cukup surprise dan momennya tepat dengan hari Siwa Ratri. Semoga lagu ini bisa menginspirasi generasi muda, karena lagu seperti ini jarang ditemukan di zaman saat ini. Dan lagu ini bisa menjadi jembatan buat Ayu untuk membuat album terbarunya,” harap Rahman. (Winata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.