Bakal calon bupati Gianyar, Agus Mahayastra (kiri) bersama bakal calin bupati Klungkung, Nyoman Suwirta usai tes psikologi di Kantor KPU Bali, Sabtu (13/1). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bakal calon wakil gubernur yang diusung PDIP, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace tercatat sebagai yang pertama merampungkan tes tulis dan wawancara terkait pemeriksaan kesehatan psikologis dan rohani di Kantor KPU Bali, Sabtu (13/1). Sementara bakal calon gubernur yang didampinginya, I Wayan Koster baru mendapat giliran wawancara setelah Cok Ace.

Koster sendiri tampak keluar dan meninggalkan ruangan wawancara sekitar pukul 13.30 WITA. “Tadi memang Cok Ace dulu baru saya,” ujar Koster yang mengaku sempat bertemu bakal Paslon I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta dengan giliran wawancara setelah dirinya.

Koster bahkan sempat melontarkan candaan untuk Sudikerta. “Tadi Pak Sudikerta nanya, bli, apa yang ditanya. (Saya jawab) yang ditanya, dulu pacarnya siapa,” selorohnya sembari tertawa.

Menurut Koster, materi tes tertulis umumnya berkaitan dengan tiga hal. Yakni, logika dan struktur berpikir, kepribadian dan konsistensi, serta kemampuan berekspresi melalui kegiatan menggambar. “Susah tidak susah itu relatif. Saya sudah biasa, enjoy saja, ikutin saja. Ini kan aturan, bagian dari proses yang harus diikuti,” imbuhnya.

Baca juga:  Pilkada di Gianyar, Pengusaha Percetakan Banjir Pesanan

Sebelum Koster, bakal calon Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan bakal calon Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga telah merampungkan tes tertulis dan wawancara. Mengingat, ada tiga ruang wawancara terpisah, masing-masing untuk peserta Pilgub Bali, Pilkada Gianyar, dan Pilkada Klungkung.

Keduanya, baik Mahayastra maupun Suwirta, memang mendapat giliran wawancara pertama usai mengikuti tes tertulis. Keduanya kompak mengaku kesulitan pada saat harus mengatur gambar dalam tes tertulis. “Sekarang ini memang lebih lengkap dan lebih serius daripada 5 tahun lalu yang sudah saya ikuti,” ujar Mahayastra diamini Suwirta.

Seperti diketahui, keduanya merupakan calon incumbent di kabupaten masing-masing.

Suwirta menambahkan, tes wawancara memakan waktu hingga satu jam. Menurutnya, ada tiga psikolog yang mewawancarai dalam satu ruangan. “Dari tes kesehatan sampai sekarang memang lengkap. Ini sebuah persyaratan, kalau menjadi bupati tidak boleh kesehatan jasmani dan rohaninya terganggu,” ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.