perekaman
Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sampai awal 2018, diketahui sekitar 22 ribu warga di kabupaten Gianyar belum terekam E-KTP. Bila sampai batas waktu pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar, juga belum melakukan perekaman, maka mereka terancam tidak bisa menggunakan hak pilih pada pilkada tahun ini.

Menurut Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra, laporan terkahir yang ia terima dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar, memang ada 22 ribu warga belum melakukan perekaman. “Ya setelah dikebut sepanjang akhir 2017, ternyata masih ada sebanyak itu warga yang belum perekaman,“ katanya.

Pihaknya pun berharap Disdukcapil bisa kembali tancap gas serta mengambil langkah cepat menuntaskan masalah perekaman E-KTP. Paling penting perekaman itu harus sudah tuntas sebelum batas waktu penetapan DPT pada April 2018 ini. “April 2018 sudah penetapan DPT, antara tanggal 13 sampai 19, jika melewati batas itu ya bisa kehilangan hak pilih,“ katanya.

Baca juga:  Pencetakan E-KTP Ngadat Karena Jaringan Terganggu

Dampak lain dari kondisi ini ialah KPU Gianyar yang hingga kini belum bisa menentukan TPS di sejumlah tempat. Sebab penentuan TPS harus berdasarkan jumlah penduduk yang terdata. “Bagaimana menentukan TPS kalau pendataan penduduk belum fix,“ ujarnya.

Meski demikian jajarannya sudah menentukan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) di Kabupaten Gianyar sebanyak 380.610 jiwa, terdiri dari pemilih perempuan 192.838 dan laku-laki 187.772. DP4 paling tinggi ada di Kecamatan Sukawati sebanyak 77.607, diikuti Kecamatan Gianyar 73.839, Ubud sebanyak 55,334, Blahbatuh sebanyak 54.624, Tegalalang sebanyak 41.850 , Tampaksiring sebanyak 39.642, terakhir DP4 di Kecamatan Payangan sebanyak 37.714 jiwa. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.