Bangunan TIC di Pasar Singamandawa yang sudah rampung dikerjakan dengan menghabiskan dana Rp 610 jutaan belum dioperasikan. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Proses pembangunan pesanggrahan yang bakal dijadikan sebagai Tourist Information Center (TIC) yang lokasinya berada di Pasar Singamandawa, Kitamani sudah selesai dilaksanakan. Dana yang dihabiskan untuk membangun TIC ini sebanyak Rp 610.119.000.

Sayangnya meski sudah selesai dibangun, sampai saat ini belum bisa dioperasikan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Adnyana, Selasa (2/1), proses pembangunan rampung pada Oktober 2017.

Kata Adnyana, dipilihnya lokasi tersebut untuk TIC itu, mengingat bangunan tersebut merupakan cikal bakal dari Pariwisata Kintamani. Pasalnya, presiden Pertama Soekarno sempat berkunjung ke lokasi tersebut. “Karena pertimbangannya itu, maka pembangunan TIC itu tetap dibangun di sana. Sebab, dengan pernah disinggahi presiden pertama RI, membuktikan jika tempat tersebut cukup eksis dulunya bagi wisatawan yang berkunjung ke Kintamani,” katanya.

Pesanggrahan itu, kata Adnyana merupakan bangunan peninggalan Jepang. Kala itu bangunan digunakan oleh para pengunjung untuk melihat panorama alam di seputaran Gunung Batur. Dan kini, bangunan yang memiliki nilai sejarah itu dimanfaatkan untuk tempat TIC. “Apabila ada pengunjung yang datang berlibur ke Kintamani mereka bisa mencari informasi pariwisata di sana. Kemana saja tempat pariwisata yang bisa dikunjungi, nanti semuanya ada di TIC ini,” jelasnya.

Baca juga:  Tradisi Magoakan di Desa Adat Kintamani

Dikatakan Adnyana, proses pembangunan itu sudah selesai dilakukan, akan tetapi sampai saat ini pihaknya belum bisa mengoperasikan. Sebab, belum adanya sarana pendukung untuk operasional, seperti meja, komputer, petunjuk arah, papan informasi, termasuk petugas penjaga dan yang lainnya. “Untuk pengadaan sarana itu akan dilakukan tahun ini. Anggaran untuk perlengkapan sarana penunjang mencapai Rp 150 juta. Kita harap triwulan ketiga TIC ini sudah bisa dioperasikan,” sebutnya.

Disinggung terkait petugas, ia akan memaksimalkan orang-orang yang tergabung dalam organisasi kepariwisataan, yakni Local Working Group (LWG) yang ada di masing-masing desa di Kintamani. “Nanti mereka bertugas untuk menyampaikan semua informasi yang berkaitan dengan pariwisata yang ada di Kintamani kepada pengunjung,” imbuh Adnyana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.