Pengunjung berjalan di jembatan kayu yang ada di kawasan hutan bakau Desa Budeng. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kawasan hutan Mangrove di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana belakangan ramai dikunjungi warga. Apalagi setelah dilengkapi jembatan kayu sepanjang 20 meter.

Sejak selesai dibangun, kawasan tersebut menjadi ajang selfie/swafoto warga. Dari informasi yang dihimpun, sejak sebulan belakangan ini setiap hari banyak kalangan anak muda mendatangi hutan yang berada dekat dengan jembatan baru Perancak itu. Apalagi saat hari libur seperti Senin (1/1).

Jembatan kayu ini dipenuhi kalangan anak muda maupun orang dewasa dan keluarga. “Ya mumpung libur tahun baru sempatkan ke sini buat selfie. Lokasinya juga dekat. Penasaran saja karena banyak yang mengunggah foto di facebook. Jembatannya seperti di hutan mangrove di Benoa. Tapi ternyata kurang panjang dan hanya beberapa meter,” kata Budiarta seorang pengunjung.

Dia juga menyayangkan hutan bakau yang diharapkan sebagai peneduh sangat sedikit bahkan baru ditanam. “Dulu saya pernah baca dan lihat bakau disini lebat sekali namun dibabat karena mau dibuat jalan. Semua diurug. Kalau sejak awal konsepnya buat jembatan seperti ini bakau kan tidak perlu dibabat habis sehingga tempat kelihatan lebih unik. Sayang kini baru nanam bakau lagi,” tandasnya.

Baca juga:  Libur Lebaran, Ayunan Wisata "Selfie" Pucak Jadi Rebutan

Pihaknya berharap bakau di kawasan itu tidak dibabat lagi karena itu merupakan paru-paru kota. Sementara itu jembatan kayu yang kini mulai jadi objek wisata baru di Jembrana itu diduga jadi ajang mabuk-mabukan anak muda di malam hari.

Terbukti di kawasan bakau dan jembatan itu ditemukan bahan yang biasa dipakai oplosan untuk mabuk. “Kami harapkan ini bisa diantisipasi sehingga tidak dijadikan ajang negatif di sini padahal tujuannya baik,” kata Erdi salah seorang pengunjung lainnya. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.