SINGARAJA, BALIPOST.com – Obyek wisata Air Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan kini terancam ditelan abrasi. Walaupun kewenangan penanganan abrasi pantai ada di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, namun Pemkab Buleleng memprogramkan perbaikan pengaman pantai di kawasan wisata terkenal itu dengan anggaran APBD.

Untuk melindungi kawasan wisata Air Sanih dari terjangan ombak, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3,5 miliar. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Kubutambahan, Jumat (22/12) didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G., Ketua DPRD Gede Supriatna, dan beberapa kepala dinas terkait mengutarakan penyiapan anggaran itu.

Lebih jauh Bupati mengatakan, pihaknya akan mendesain kembali perbaikan pengamanan pantai yang sekarang ambruk akibat glombang pasang. Agar pengaman pantai mampu bertahan lebih lama, Bupati berjanji akan mencarikan desain khusus hingga mencegah kerusakan berulangkali seperti yang sekarang terjadi.

Baca juga:  Meningkat Drastis, Titik Bencana Gempa dalam Kurun 7 Tahun

Saat ini panjang beton pengaman pantai yang rusak mencapai 500 meter. “Sekarang ini masih menggunakan desain lama, modelnya pemadatan tidak ada fungsi untuk memecah gelombang. Nanti model pengaman pantainya kita ubah,” katanya.

Pengelola obyek wisata Air Sanih, Made Sukresna mengatakan, sejak pengaman pantai itu ambruk akibat gelombang pasang, lingkungan kolam yang dikelolanya terganggu. Hal ini karena ketika gelombang tinggi, hempasan air laut meluber hingga ke areal kolam.

Tak hanya itu, dirinya khawatir mendekati akhir bulan ini sampai Februari 2018 akan terjadi gelombang pasang. Sehingga dinding kolam untuk anak-anak terancam tergerus. “Ini sudah lama terjadi dan kami tidak tahu mengapa tidak ada perbaikan. Padahal, kawasan wisata yang kami kelola ini terancam jika pengaman pantai ini tidak diperbaiki dan ombak akan terus menggerus tanah sampai di kolam kami,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.