Komisaris BPD Bali Wisnu Bawa Temaja (kiri), Plts Direksi BPD Bali Gede Sudibia (tengah) dan Kepala Divisi UMS BPD Bali I Gede Sukadana (kanan) saat media gathering Kamis (21/12). (BP/may)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sepanjang 2017, Bank BPD Bali mampu mencapai kinerja yang baik dari sisi total aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan lainnya. DPK yang berhasil dihimpun BPD Bali hingga November 2017 mencapai Rp 19,7 triliun. Sedangkan kredit yang disalurkan hingga November 2017 mencapai Rp 16,2 triliun.

Plt. Direksi, I Gde Sudibia, SE., Kamis (21/12) memaparkan DPK tersebut meningkat 16,93 persen dibandingkan November 2016. Dari total DPK Bank BPD Bali, porsi giro mencapai Rp 4.789 miliar, tabungan mencapai Rp 7.337 miliar, dan untuk deposito sebesar Rp 7.593 miliar. Sedangkan kredit yang disalurkan pada periode yang sama meningkat 4,47 persen dibandingkan November 2016.

BPD Bali yang terkenal dengan penyaluran kredit konsumtif, mengalami pergeseran. Kredit konsumtif yang semula lebih banyak dari kredit produktif, perlahan-lahan bergeser. Perbandingannya 42,02 persen kredit produktif dan 57,98 persen kredit konsumtif.

Kredit produktif yang terdiri dari kredit investasi disalurkan sebesar Rp 4.051 miliar atau sebesar 24,88 persen dari total kredit. Kredit modal kerja sebesar Rp 2.792 miliar atau sebesar 17,15 persen dari total kredit. Penyaluran kredit UMKM Bank BPD Bali sampai dengan bulan November 2017 sebesar Rp 6.162 miliar atau sebesar 37,84 persen dari total kredit. Dari total penyaluran kredit tersebut, NPL BPD Bali masih berada di bawah 5 persen yaitu 1,62 persen

Baca juga:  Pemilik Galian Pusing Bayar Kredit, Buruh dan Sopir Kehilangan Penghasilan

Laba bersih yang berhasil dibukukan adalah sebesar Rp 536 miliar. Total aset Bank BPD Bali tembus hingga Rp 24.023 miliar atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 21.204 miliar. Untuk rasio-rasio keuangan CAR BPD Bali tercatat 19,72 persen, LDR sebesar 82,36 persen, BOPO sebesar 68,81 persen, ROA sebesar 3,38 persen, ROE tercatat 22,01 persen.

Hasil self assessment penilaian tingkat kesehatan bank posisi Juni 2017, Bank BPD Bali memperoleh peringkat 2. Hal itu mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain, profil risiko, penerapan CGC atau tata kelola, rentabilitas, dan permodalan secara umum baik.

“Dari segi permodalan, komitmen pemegang saham untuk memperkuat permodalan bank BPD Bali sangat tinggi,” ujarnya.

Hal tersebut telah direalisasikan dengan penambahan modal disetor sejumlah pemegang saham dengan jumlah modal yang telah disahamkan sebesar Rp 1.735 miliar. Pada tahun 2018, Bank BPD Bali menargetkan total DPK meningkat 12 persen dari tahun 2017. Tahun 2018, Bank BPD Bali menargetkan penyaluran kredit meningkat sebesar 10 persen dari tahun 2017. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.