Gunung Agung. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Semburan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung di Karangasem, Minggu (10/12) menyebar hingga ke wilayah Kintamani. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebaran abu dengan intensitas kecil itu dirasakan oleh warga di wilayah Suter, Songan, Batur, dan beberapa desa lainnya di wilayah Kintamani bagian timur.

Perbekel Desa Suter Wayan Nyepeg saat membenarkan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Agung Minggu kemarin terasa hingga di wilayah desa Suter. Hanya saja intensitas hujan abu sangat tipis dan tidak berlangsung lama. “Tadi pagi ada (hujan abunya). Sekitar jam 9. Tapi sebentar,” ungkapnya.

Selain Suter, hujan abu tipis kata Nyepeg juga melanda wilayah desa tetangganya yakni Banjar Dukuh Desa Abang Batudinding. Di wilayah itu hujan abu sudah dirasakan warga sejak malam sebelumnya. “Informasi yang saya dengar seperti itu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak negatif dari paparan abu vulkanik, Nyepeg mengaku sudah membagikan masker untuk dipakai warganya. Pihaknya juga sudah mengingatkan warganya untuk melakukan langkah antisipasi dengan menutup cubang-cubang air di masing-masing rumah agar tak terkena abu. “Kalau khawatir, masyarakat kami sudah khawatir sejak September lalu. Tapi karena mungkin sudah lama jadi terbiasa dengan menerima dengan lapang dada,” kata Nyepeg.

Baca juga:  Perkantoran di KRB II Mulai Buka

Selain Nyepeg, warga Songan Gede Durma juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku merasakan adanya abu vulkanik di rumahnya pada pagi hari ketika hendak mengendarai sepeda motornya. Dia melihat kondisi motornya sudah diselimuti abu tipis. Hujan abu, kata Durma tidak berlangsung lama.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa beberapa wilayah di Bangli terpapar abu vulkanik. Dia menyebut salah satu wilayah yang dimonitornya terpapar abu yakni di Desa Kedisan. “Berlangsungnya sekitar pukul 08.00 sampai 09.00. Intensitasnya sama seperti hujan abu di Bangli sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Agus, adanya paparan abu vulkanik hingga ke Bangli dipengaruhi karena hembusan angin mengarah ke arah barat laut yang kemudian membawa material erupsi mengikuti arah angin. Meski ada beberapa desa yang terpapar abu, namun Agus mengatakan hal tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.