Sejumlah sapi milik peternak sedang makan rumput. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pascaterjadinya letusan freatik dan magmatik membuat warga yang tinggal di lerang Gunung Agung kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak hanya warga yang mengungsi, hewan ternak yang dimiliki warga juga ikut di boyong ke pos penitipan ternak di Banjar Manggaan, Desa Nongan.

Pasca erupsi itu, jumlah sapi yang dititipkan di tempat penitipan kian bertambah. Dimana per Senin (28/11) jumlah sapi yang terdata di penitipan sebanyak 293 ekor sapi. Dimana jumlah diyakini bakal terus bertambah kedepannya.

Koordinator pos penitipan ternak di Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang Karangasem, I Made Oka Suyasa mengungkapkan, warga mulai berbondong-bondong kembali menitipkan sapi mereka pascaterjadinya letusan pada Sabtu (25/11) lalu.

Kata dia, berdasarkan data per Senin (28/11) jumlah sapi milik warga yang dititipkan di pos penitipan Rendang sebanyak 293 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Sementara sebelumnya, sebelum erupsi ini jumlah sapi yang bertahan di posko ini sebanyak 21 ekor saja.

“Sapi mulai ramai dititipkan sejak 21 November lalu. Setelah itu warga terus bertambah menitipkan sapinya ke sini (pos penitipan rensang red). Dan untuk penitipan sapi hari ini belum bisa dipastikan jumlahnya berapa. Karena kita dilapangan masih sedang mendatanya. Yang jelas jumlahnya pasti akan terus bertambah kedepannya,” ucapnya.

Baca juga:  Bali Kelebihan Suplai Daging Babi dan Sapi, Pelaku Horeka Justru Impor

Dia menjelaskan, meski warga banyak yang menitipkan sapinya di penitipan ini, namun belum ada saudagar sapi yang membeli sapi ketempat ini. Kalau sebelumnya, pada saat Gunung Agung awas banyak sekali saudagar yang datang untuk membeli sapi milik warga pengungsi. “Sampai saat ini belum ada warga transaksi sapi di penitipan ini. Belum ada pembeli yang mau membeli sapi. Saya kurang tahu kenapa” trangnya.

Disinggung persediakan pakan yang ada di penitipan ini, Oka Suyasa menjelaskan, terkait masalah pakan ternak masih pemiliknya yang menyabitkan di lahan selanjutnya dibawa ke sini. Namun, rumput yang dibawa sudah berisi abu. Sedangkan untuk persedian dari posko seperti kosentrat masih ada sedikit stok yang tersimpan di gudang. “Rumput sebelum dikasi pakan ternak lebih dulu harus dicuci. Karena banyak terdapat abu. Jika tidak dicuci, maka tidak mau dimakan. Kalau itu dimakan sangat berbahaya. Karena mangandung silika,” jelasnya. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.