longsor
Bencana pohon tumbang dan longsor sepekan terakhir kerap mewarnai Kabupaten Badung. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrim yang terjadi sepekan terakhir di Kabupaten Badung dan sekitarnya berujung bencana. Setidaknya, pohon tumbang dan longsor silih berganti menerjang kabupaten berlambang keris ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, mencatat tiga hari terakhir Sejak Rabu (22/11) hingga Jumat (24/11) telah terjadi pohon tumbang di dua titik di Banjar Gunung, Desa Abiansemal, Abiansemal pada Rabu (22/11), yakni di Banjar Gunung menimpa Pelinggih dan Balai Adat dengan kerugian sekitar Rp 30 juta, di Pura Dalem Tunon yang mengenai pelinggih Pepelik, Gedong Ratu Nyoman, Parahyangan Ratu Nyoman, Penyengker dengan kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Pada Kamis (23/11) Pukul 19:00 Wita, juga telah terjadi pohon tumbang menimpa rumah dan seorang warga di Jalan. Kubu Anyar, Banjar Jabe Jero, Kuta. Pohon tumbang menimpa 1unit rumah beserta 1 orang pemilik rumah. Korban jero Arta (31 th) telah dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu dengan kerugian ditafsir Rp 50 juta. Kejadian serupa juga terjadi di Banjar Kangin Sempidi, yang menimpa Bale Pesandekan dan Pelinggih Beji di Pura Dalem Palimunan dengan kerugian mencapai Rp 500 juta.

Di hari yang sama juga terjadi longsor. Bencana yang diperkirakan terjadi pukul 19:45 Wita terjadi di Jalan Baha menuju Abiansemal tepatnya di Banjar Busana Kaja. Longsor setinggi 10 meter menutup setengah badan jalan atau sekitar 20 meter. Selain itu juga terjadi banjir Bypass Ngurah Rai kawasan Mumbul, Kuta Selatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr. Ni Nyoman Ermy Setiari seizin Kepala Pelaksana BPBD Badung mengatakan pihaknya langsung melakukan atensi terhadap sejumlah bencana yang ada di wilayah Badung. “Begitu ada informasi atau laporan, kami langsung terjun ke lokasi,” ujar dr. Ermy saat dikonfirmasi, Jumat (24/11).

Baca juga:  Hujan Dua Jam, Tebing 15 M di Tulungagung Longsor

Ia pun mengingatkan agar warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama meningkatnya intensitas hujan. Terutama di wilayah rawan bencana, seperti tanah longsor dan banjir. Demikian pula yang terdapat pohon tinggi di sekitar rumahnya. “Masyarakat kami imbau tetap waspada. Kalau ada permasalahan kebencanaan agar segera dilaporkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung, I Nyoman Wijaya, mengakui menjelang musim hujan pihaknya sudah siaga untuk melakukan antisipasi. Karena di Badung juga memiliki titik rawan longsor dan banjir. Seperti di Badung Utara seperti Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi ini menjadi langganan longsor. Sebab, kawasan ini adalah daerah pegunungan, struktur tanahnya sendimen dan di bawahnya ada aliran air, sehingga mudah terjadinya tanah longsor.

Untuk Banjir di wilayah Mengwi dan Kuta Utara. Potensi longsor lainnya adalah di wilayah Badung Selatan seperti daerah bukit Ungasan dan Pecatu, Kuta Selatan. Namun tidak separah di kawasan Badung Utara.

“Antisipasi yang kami lakukan sudah berkoordinasi secara lisan dengan instansi terkait yang ada di Badung, sambil menunggu surat imbauan dari BBMKG Wilayah III Denpasar,” terangnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Badung dalam hal ini BPBD Badung telah mengambil langkah-langkah seperti, memasang sirene peringatan dini 5 buah untuk pendeteksi dini tsunami, bekerja sama dengan forum PRB dan Pusdalops Provinsi Bali, membuat peta evakuasi tsunami di 18 desa/kelurahan dan peta rawan bencana tanah longsor, pemasangan papan informasi serta rambu-rambu tanah longsor di Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi.(parwata/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.