Wayan Soma memperlihatkan kartu BPJS Kesehatannya. (BP/ist)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kekhawatiran tidak akan diperolehnya tanggungan kesehatan pasca-integrasi Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) ke program sosial negara Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak terbukti. Hal ini dirasakan sendiri oleh I Wayan Soma.

Warga Banjar Sengguan, Dusun Dawan Kaler, Klungkung ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan. Pria berumur 55 tahun itu sudah terbiasa menggunakan jaminan kesehatan dari JKBM.

Ketika dinyatakan akan diintegrasikan, ia sempat khawatir tidak mendapatkan tanggungan kesehatan lagi. Namun, statusnya sebagai warga kurang mampu membuat Pemkab Klungkung mendaftarkanya ke JKN-KIS.

Telah beberapa kali ia mengaku memanfaatkan tanggungan dari JKN-KIS saat berobat. Puncaknya ketika ia mengalami kebocoran pada ginjalnya. Pada 7 September 2017, ia harus mendapat tindakan operasi di RSUD Klungkung.

Baca juga:  RSUD Klungkung Rencanakan Kenaikan Tarif Kelas VIP

Berbekal kartu JKN-KIS yang dimilikinya, akhirnya tanpa proses yang berbelit, seluruhnya berjalan lancar dan semuanya tanpa ada biaya. Dinyatakan, pelayanan JKN-KIS sangat baik dan profesional.

Ia pun sangat berterimakasih kepada Pemda Klungkung, RSUD Klungkung dan BPJS Kesehatan. Harapannya semoga Pemda dapat mendaftarkan seluruh masyarakatnya ke program ini karena sangat membantu dalam memperoleh manfaat kesehatan dan berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat beruntung hidup di Klungkung karena Pemda punya kebijakan yang bagus terkait JKN-KIS ini. Saya berharap saudara-saudara saya di Kabupaten lain juga dapat dijamin seperti ini agar semuanya mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di bidang pelayanan kesehatan, apalagi ini program wajib bagi seluruh penduduk Indonesia,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.