Warga mengikuti simulasi kebencanaan erupsi gunung di Lapangan Kedungdung. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Simulasi kebencanaan gunung erupsi digelar di Lapangan Kedungdung, Desa Besakih, Rabu (22/11). Simulasi ini melibatkan Basarnas, BPBD, Puskesmas Rendang, Danramil Rendang dan warga Besakih.

Menurut Kapolsek Rendang, Kompol I Nengah Berata tujuan dari dilaksanakannya simulasi kebencanaan gunung ini, untuk menyamakan persepsi antara petugas dengan masyatakat. Soal bagaimana cara bertindak jika Gunung Agung benar-benar erupsi.

Dengan begitu, masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan dan mengetahui dimana lokasi mereka akan mengungsi. “Kita harap dengan simulasi ini, setidaknya sebanyak 50 persen warga dapat mengetahui cara bertindak saat Gunung Agung erupsi. Jadi bagi warga yang mengikuti simulasi ini, nantinya bisa memberikan arahan kepada warga lainnya bagaimana cara bertindak dan apa yang harus dilakukan,” ucap Kompol Berata.

Baca juga:  Penutupan Bandara Ngurah Rai, 7 Rute Domestik dan 10 Rute Internasional Terdampak
Warga dan ternak mengikuti simulasi kebencanaan di Lapangan Kedundung, Rabu (22/11). (BP/nan)

Sementara itu Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, dengan simulasi ini, warga diharapkan bisa melakukan evakuasi mendiri dan jangan bergantung pada petugas. Sebab, kapan Gunung Agung erupsi, hari apa dan jam berapa bakal terjadi, tidak bisa diprediksi. “Jadi kita butuh kesiapsiagaan jika terjadi bencana,” katanya.

Dia juga meminta supaya semua kepala dusun yang wilayahnya mulai sekarang sudah menentukan jalur-jalur evakuasi warga ketika gunung Agung erupsi. Dan menentukan dimana titik untuk berkumpul sementara. Dengan begitu, masyatakat tidak lagi panik ketika gunung erupsi. “Kita juga minta masyarakat yang mempunyai kendaraan pribadi supaya bisa lebih awal melakukan evakuasi. Sehingga warga yang tidak memiliki kendaraan, bisa ikut dibantu di evakuasi,” pintanya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.