Pembobol ATM
Waka Polres Gianyar, Kompol Tonny didampingi Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni saat jumpa pers di Mapolres Gianyar, Senin (20/11). (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Polisi meringkus tiga pelaku penipuan dengan modus membobol ATM korbannya. Pelaku Ricky Noviandra (34) diamankan warga usai beraksi di ATM BRI di pertokoan Jalan Ciung Wanara, Gianyar. Pelaku lain Sakludin (42) dan Suriyadi (57) diringkus polisi saat berupaya kabur di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Mereka diketahui telah beraksi di sembilan TKP lintas kabupaten.

Menurut Wakapolres Gianyar, Kompol Tonny Sugadri, setiap beraksi ketiga pelaku hanya menggunakan lidi tusuk gigi untuk mengganjel kartu ATM korban sehingga tidak bisa masuk ke mesin. “Mereka tidak menggunakan alat atau teknologi canggih, hanya pakai lidi kecil untuk mengganjal kartu ATM masuk ke mesin lantas mengelabui korban, jadi ini lebih pada penipuan,“ ungkap Kompol Tonny didampingi Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni saat jumpa pers di Mapolres Gianyar, Senin (20/11).

Dijabarkan, penangkapan bermula dari laporan korban, Rio Sudarmo (26). Saat kejadian pria asal Malang ini hendak mengecek saldo tabungannya melalui ATM di pertokoan Jalan Ciung Wanara, Gianyar Sabtu siang sekitar pukul 11.00 wita. “Awalnya kartu ATM korban tiba-tiba tidak bisa dimasukan ke mesin ATM, karena lama mencoba namun tidak bisa akhirnya dia keluar,“ jelasnya seijin Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo.

Usai korban keluar dari ruang ATM, pelaku Ricky Noviandra lantas bergegas masuk mengambil uang miliknya sendiri, kartu ATM milik pelaku asal Riau itu berhasil masuk ke mesin. Setelah pelaku, sempat ada orang tak dikenal juga mencoba mengambil uang, namun kembali kartunya tidak bisa masuk. “Korban lantas kembali masuk, namun tetap kartunya tidak berhasil masuk ke mesin, nah saat itu lah pelaku ikut masuk ke ruang ATM menawarkan jasa kepada korban mengambil uang di ATM,“ jelasnya.

Dikatakan, saat pelaku masuk memberikan jasa, korban disuruh bergeser dari kanan ke kiri tempat pelaku berdiri. Nah ketika diminta bergeser ini lah Rio Sudarmo merasa kartu ATM miliknya ditukar, ia pun langsung meminta kartunya dikembalikan. “Pelaku lantas mengembalikan kartu yang warnanya sedikit berbeda dengan milik korban,“ ucapnya.

Rio Sudarmo yang merasa semakin curiga, lantas memegang tangan pelaku. Sementara Ricky Noviandra yang mulai panik lantas melempar kartu milik korban ke lantai di ruang ATM tersebut. “Pelaku yang mencoba kabur ini lah, diteriaki maling oleh korban, hingga puluhan warga ikut mengejar dan menangkap pelaku Ricky Noviandra,“ ucapnya.

Baca juga:  Pelajar SMP Tewas Dalam Kecelakaan Lalin

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni menambahkan, saat kejadian ada dua pelaku lain yang mengawasi di seputaran lokasi itu. Mereka adalah Sakludin alias Udin dan Suriyadi. “Setelah di interogasi di Mapolres Gianyar, Ricky Noviandra mengaku dua temannya ini (Sakludin dan Suryadi-red) kabur saat mengetahui dirinya ketahuan oleh korban, “ ucapnya.

Polisi yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Resha Pranata bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Alhasil, mereka pun terdeteksi di Bandara International Ngurah Rai, Denpasar. “Setelah kordinasi dengan petugas Bandara dan Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai, kami berhasil meringkus Udin yang berada di smoking area dan Suriyadi yang sedang berada di Gate 5 bandara. Usai ditangkap mereka lantas kami bawa ke Mapolres Gianyar, “ jabarnya.

Di Mapolres Gianyar ketiga pelaku mengaku telah beraksi di Sembilan TKP. Masing-masing di Kabupaten Gianyar mereka beraksi di ATM Bank Mandiri seputaran jalur Goa Gajah, dengan uang yang berhasil ditarik sebesar Rp 17 Juta. Sempat juga beraksi di Bay Pas I.B. Mantra Desa Lebih namun tidak berhasil.

Di Badung ketiga pelaku sempat beraksi di ATM BCA dekat Puspem Badung, kemudian di ATM dekat Swalayan Nirmala, Kuta Selatan Badung dengan uang yang ditarik sebesar Rp 12 Juta. Paling tinggi pelaku menarik uang Rp 20 Juta, usai beraksi di di ATM seputaran Uluwatu, Badung.

Para pelaku juga menyasar TKP seputaran Denpasar, yakni ATM seputaran Sanur dan ATM Mandiri di salah satu Super Market di Jalan Diponogoro. Namun yang diketahui berhasil, hanya saat pelaku beraski di ATM BRI salah satu Swalayan dengan uang yang ditarik sebesar Rp 2 Juta.

Kasat Reskrim menambahkan dalam setiap aksinya ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Seperti Ricky Noviandra bertugas mengawasi dan berpura-pura membantu korban. Sakludin bertugas mengganjal lubang mesin ATM dengan lidi tusuk gigi, sementara Suriyadi bertugas mengawasi dan mengingat mesin ATM. Disinggung dimana mereka belajar cara tersebut, AKP Marsel Doni mengatakan ketiga pelaku mengaku belajar pada orang Malaysia. “Ngakunya belajar di orang Malaysia yang ditemui di Batam, tapi identitasnya masih kita telusuri, “ ucapnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.