AMLAPURA, BALIPOST.com – Gunung Agung sudah diturunkan statusnya menjadi level III. Dalam sepekan terakhir ini, aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Agung terus mengalami penurunan.

Meski kegempaan terus mengalani penurunan, akan tetapi PVMBG masih akan melakukan evaluasi untuk penurunan status lagi dari siaga ke waspada. Kepala Sub Bidang Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Sabtu (18/11), mengungkapkan, aktivitas kegempaan sejak 12 November hingga saat ini memang terus mengalami penurunan.

Akan tetapi beberapa kegempaan sangat dangkal seperti low frekuensi dan hembusan terekam dalam periode sepekan terakhir. Namun, jumlah belum signifikan. “Untuk gempa tremor spasmodik masih terekam. Itu mengindikasikan masih adanya aliran fluida magmatik dari kedalaman, namun jumlahnya juga masih belum signifikan. Sementara deformasi cenderung menunjukkan pola stasioner. Belum teramati lagi pola deformasi signifikan baik itu inflasi maupun deflasi yang sebelumnya teramati jelas pada periode Agustus-Oktober 2017,” ungkapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan dari satelit, energi termal masih dapat teramati di permukaan kawah, namun masih belum mengalami perubahan yang begitu signifikan. Satelit pada 14 November merekam adanya sedikit pelebaran di salah satu lubang keluarnya asap pada koordinat 8.3436, 115.5093.

Dikatakannya, secara visual asap dalam sepekan terakhir teramati hingga mencapai ketinggian 700 meter dari puncak. Tingginya asap dipicu dua hal yakni  pertama faktor internal, seiring dengan adanya kemunculan gempa low frekuensi dan hembusan yang memanifestasikan aliran fluida panas dari magma ke permukaan yang masih terus terjadi. Kedua, faktor eksternal seperti hujan dapat mempengaruhi ketebalan atau ketinggian asap yang teramati. “Hasil pengukuran temperatur air di mata air di sekitar Gunung Agung belum menunjukkan adanya perubahan signifikan,” jelas Devy Syahbana.

Baca juga:  Bus Angkut Wisatawan Tiongkok Terguling, Belasan Luka-luka

Lebih lanjut dikatakannya, pergerakan magma di dalam tubuh Gunung Agung masih teramati secara visual dan terekam secara instrumental. Namun dengan intensitas yang cenderung menurun dalam seminggu terakhir.

Status Gunung Agung saat ini masih berada di Level III (Siaga). “Kita setiap hari melakukan evaluasi secara hati-hati dan dapat berubah sesuai dengan tingkat aktivitas dan ancaman bahaya letusan Gunungapi Agung,” katanya.

Disinggung adanya informasi bahwa pada 28 November akan menurunkan status Gunung Agung ke waspada, hal itu dibantah Devy Syahbana. Dia menjelaskan, kalau pihaknya tidak pernah menjadwalkan naik atau turunnya status.

Dia menegaskan jika naik turunnya status tersebut tergantung aktivitas gunung itu sendiri. “Jadi perubahan status lebih cepat atau lambat tidak bisa dipastikan. Semua mengacu pada gunungnya,” tegas Syahbana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.