Presiden Joko Widodo. (BP/ist)
BOGOR, BALIPOST.com – Presiden Joko Widodo memiliki kekhawatiran melihat fenomena media sosial (medsos) yang kian berkembang dewasa ini. Ia mengatakan fenomena yang ada ini membuat anak-anak kini tak lagi belajar dari para orang tua dan guru semata.

Tanpa disadari, anak-anak juga mencontoh dari apa yang ada di media sosial. “Berbahaya sekali kalau anak-anak tidak kita berikan pendidikan karakter. Jangan hanya pandai masalah fisika dan biologi saja, mereka juga harus memiliki karakter dan nilai agama serta budaya yang baik,” kata Presiden Jokowi saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Bogor, Kamis (16/11).

Kepala Negara menyebut dari fenomena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Karakter karena lanskap interaksi sosial antarindividu dan masyarakat sudah sangat terbuka sekali. “Kenapa pendidikan karakter kita nomor satukan? Kita takut nilai-nilai agama dan budaya yang ada di negara kita ini menjadi tergerus,” ujarnya.

Baca juga:  Pembangunan di Luar Jawa untuk Pemerataan, Bukan Politis

Dihadapan ratusan anggota organisasi kemasyarakatan Islam yang telah berdiri sejak tahun 1914 itu, Jokowi mengaku bersyukur bahwa ormas-ormas Islam yang diundang berdialog seputar penguatan karakter dan pendidikan anak mendukung penuh pemberlakuan Perpres ini.

“Ini patut kita syukuri bahwa semuanya memiliki kesadaran yang sama betapa pentingnya penguatan karakter bagi anak-anak kita,” kata Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo pada 6 September 2017 lalu menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan Pendidikan Karakter dalam Perpres itu di antaranya bertujuan untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.